Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Wisata Kaltim Meledak Saat Nataru, Liburan Kini Jadi Kebutuhan Utama Warga

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 7 Januari 2026 | 08:33 WIB

Liburan saat ini menjadi kebutuhan dan bukan lagi opsi. Tren wisata saat momen Nataru lalu meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Liburan saat ini menjadi kebutuhan dan bukan lagi opsi. Tren wisata saat momen Nataru lalu meningkat dibanding tahun sebelumnya.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA –
Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 menjadi momentum penting bagi pariwisata Kalimantan Timur. Lonjakan kunjungan wisatawan terjadi hampir di seluruh daerah dan menunjukkan perubahan signifikan dalam cara masyarakat memandang liburan.

Jika sebelumnya wisata kerap dianggap sebagai kebutuhan tambahan, kini rekreasi justru menempati posisi penting dalam gaya hidup masyarakat. Liburan tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang direncanakan.

Perubahan tren tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (DPD PUTRI) Kaltim, Dian Rosita. Ia menilai perkembangan sektor pariwisata di Kaltim menunjukkan sinyal yang sangat positif.

Baca Juga: Jalan Tering–Ujoh Bilang Diresmikan, Akses Pedalaman Kaltim Kini Terbuka Lebar

Menurut Dian, meningkatnya kunjungan wisatawan bukan semata-mata dipicu oleh panjangnya masa libur. Lebih dari itu, ada kesadaran baru di tengah masyarakat tentang pentingnya rekreasi bagi keseimbangan hidup.

“Sekarang wisata itu sudah jadi kebutuhan. Bukan lagi kebutuhan kedua atau ketiga. Orang tidak lagi berpikir harus menunggu ada uang lebih untuk liburan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masyarakat kini menyadari bahwa berekreasi berkaitan erat dengan kesehatan mental dan kebahagiaan keluarga. Liburan juga dianggap penting untuk menciptakan suasana menyenangkan, terutama bagi anak-anak.

Baca Juga: Baru 7 Januari, Harga Buyback Emas Antam Pegadaian Sudah Naik Tajam

Lebih jauh, Dian menyebut wisata telah dipahami sebagai bentuk investasi emosional keluarga. Melalui perjalanan bersama, orangtua membangun kenangan yang akan menjadi memori positif bagi anak-anak di masa depan.

“Memori anak-anak itu penting. Itu yang sekarang dipikirkan orang. Jadi gaya hidupnya memang sudah berubah,” jelasnya.

Dari sisi data, Dian menyampaikan bahwa jumlah kunjungan wisatawan secara keseluruhan meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan tersebut dilihat secara agregat di seluruh Kalimantan Timur, bukan hanya pada destinasi tertentu.

Baca Juga: Sakit Parah dan Tanpa Dokumen, TKW Sukabumi Terjebak di China: Diduga Jadi Korban TPPO dan Pemerasan

“Kita bicara total di Kaltim. Kalau dilihat secara keseluruhan, angkanya meningkat dan luar biasa,” ungkapnya.

Lonjakan kunjungan paling terlihat dalam dua fase libur utama, yakni periode Natal pada 25–31 Desember dan libur tahun baru pada 1–4 Januari. Bahkan, 1 Januari disebut sebagai puncak tertinggi kunjungan wisata.

“Tanggal itu istimewa. Kadang malah melebihi momen Lebaran. Tahun baru sekarang bisa dibilang Lebarannya wisata,” kata Dian.

Baca Juga: Gaji ke-13 2026 Diperkirakan Cair Pertengahan Tahun? Ini Penjelasan Pemerintah

Fenomena tersebut menjadi penanda bahwa sektor pariwisata Kalimantan Timur telah memasuki fase baru. Wisata tidak lagi diposisikan sebagai pengeluaran tersier, melainkan kebutuhan yang diprioritaskan oleh masyarakat. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#libur nataru #gaya hidup #wisata kaltim #tren wisata