Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

SKK Migas Kalsul Siap Bor 124 Sumur Pengembangan Tahun Ini, Targetnya Segini

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 7 Januari 2026 | 20:01 WIB
STRATEGIS: Sepanjang 2026 akan dilakukan pengeboran 124 sumur pengembangan atau work program and budget (WPNB) di wilayah Kalsul.
STRATEGIS: Sepanjang 2026 akan dilakukan pengeboran 124 sumur pengembangan atau work program and budget (WPNB) di wilayah Kalsul.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Wilayah Kalimantan dan Sulawesi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional, khususnya gas bumi.

Di 2026, fokus utama industri hulu migas di kawasan ini tidak hanya pada pencarian cadangan baru, tetapi juga pada upaya mempertahankan dan meningkatkan produksi dari lapangan-lapangan yang telah beroperasi.

Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Azhari Idris menyebut, pada 2026 akan dilakukan pengeboran 124 sumur pengembangan atau work program and budget (WPNB).

Sumur-sumur tersebut dirancang untuk menjaga tingkat produksi sekaligus mengoptimalkan potensi lapangan eksisting, terutama lapangan gas bumi.

Dia mengatakan bahwa eksploitasi menjadi tulang punggung pencapaian target produksi migas nasional. Gas bumi dari wilayah Kalsul memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan energi domestik, baik untuk kelistrikan, industri, maupun kebutuhan lainnya.

“Sumur-sumur pengembangan ini bertujuan mempertahankan bahkan meningkatkan produksi dari lapangan yang sudah ada. Gas bumi dari Kalimantan dan Sulawesi menjadi kontributor utama pasokan nasional,” kata Azhari.

Pada 2026, target lifting minyak mentah nasional ditetapkan sebesar 610 ribu barel per hari. Dari jumlah tersebut, kontribusi wilayah Kalsul diproyeksikan sekitar 65 ribu barel per hari atau sekitar 11 persen.

Sementara untuk gas bumi, kontribusi Kalsul jauh lebih besar, yakni sekitar 1.485 MMSCFD dari target nasional 5.510 MMSCFD atau setara 27 persen.

“Fokus kami bukan hanya mengejar volume, tetapi juga menjaga keandalan produksi. Gas bumi dari Kalsul menjadi tulang punggung pasokan energi nasional,” tuturnya.

Selain pengeboran, sejumlah proyek strategis juga ditargetkan mulai berproduksi pada 2026. Di antaranya proyek Flare Gas Recovery oleh JOB Pertamina E&P Sulawesi dan proyek Kinanti Permanent Facility oleh Pasir Petroleum Resources Ltd yang ditargetkan onstream pada Maret 2026.

Sementara proyek pengembangan Lapangan Bella oleh SDA South Bengara II ditargetkan berproduksi pada Juni 2026.

Azhari menambahkan, peningkatan aktivitas produksi dan proyek tersebut diharapkan memberi dampak ekonomi berantai bagi daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja, penggunaan jasa lokal, hingga meningkatnya aktivitas ekonomi di sekitar wilayah operasi.

“Industri hulu migas tidak berdiri sendiri. Kami berharap aktivitas ini memberikan multiplier effect yang nyata bagi perekonomian daerah di Kalimantan dan Sulawesi,” tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pengeboran #BOR #kalimantan #sumur pengembangan #skk migas #migas #sulawesi