KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Meningkatnya literasi keuangan generasi muda mulai memberikan dampak nyata bagi industri jasa keuangan, termasuk sektor investasi emas.
PT Pegadaian melihat tren positif tersebut tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga merambah ke daerah, seiring meningkatnya minat Gen Z terhadap produk Tabungan Emas sepanjang 2025.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan Rinaldi Lubis mengungkapkan, generasi muda, khususnya Gen Z, kini menjadi motor pertumbuhan baru bagi Tabungan Emas, baik di tingkat nasional maupun regional.
Menurutnya, hal ini menunjukkan perubahan pola pikir anak muda dalam memandang masa depan keuangan mereka.
“Fenomena dominasi Gen Z dalam pertumbuhan Tabungan Emas menunjukkan bahwa generasi muda semakin matang dalam mengelola keuangan dan memahami pentingnya investasi jangka panjang sejak dini. Ini merupakan sinyal positif bagi masa depan literasi keuangan di Indonesia,” bebernya.
Secara nasional, Pegadaian mencatat pertumbuhan nasabah Gen Z mencapai 116 persen secara tahunan. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan kelompok usia lain dan menjadi bukti bahwa generasi muda semakin proaktif memanfaatkan instrumen investasi yang aman dan terjangkau.
Di wilayah Kalimantan, termasuk Balikpapan dan sekitarnya, tren serupa juga terlihat jelas. Rinaldi menyebut minat Gen Z terhadap Tabungan Emas terus meningkat seiring dengan gaya hidup digital yang mengedepankan kecepatan, kemudahan, dan keamanan transaksi.
“Pegadaian Kanwil IV Balikpapan terus mendorong pemanfaatan layanan digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian sebagai solusi investasi emas yang mudah diakses, fleksibel, dan sesuai dengan karakter generasi muda yang dinamis dan sat-set,” jelasnya.
Ia menambahkan, kemudahan bertransaksi menjadi kunci penting dalam menarik minat Gen Z. Melalui aplikasi digital, generasi muda dapat menabung emas secara bertahap tanpa harus datang ke kantor layanan, sehingga investasi menjadi bagian dari rutinitas harian mereka.
Tidak hanya menyediakan produk, Pegadaian juga aktif melakukan edukasi literasi keuangan. Program sosialisasi ke kampus, kolaborasi dengan komunitas anak muda, hingga pemanfaatan kanal digital menjadi strategi perusahaan untuk membangun pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya investasi sejak dini.
Ke depan, Pegadaian menargetkan penguatan ekosistem emas digital agar semakin inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan generasi muda. Melalui inovasi berkelanjutan, perusahaan berharap investasi emas tidak lagi dipandang sebagai instrumen konvensional, melainkan sebagai solusi modern untuk membangun ketahanan finansial jangka panjang, khususnya bagi Gen Z di seluruh Indonesia.
“Dengan semakin banyaknya Gen Z yang berinvestasi emas, kami optimistis Pegadaian dapat berperan strategis dalam mencetak generasi yang mandiri secara finansial dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” tuturnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo