KALTIMPOST.ID.JAKARTA -Krisis pasokan cip memori kini mulai menghantam sektor elektronik konsumen, mulai dari PC, smartphone, hingga perangkat rumah tangga. Laporan dari Financial Times mengindikasikan bahwa keterbatasan komponen ini diprediksi akan mengerek harga ritel hingga 20%.
Di tengah kondisi ekonomi, menampilkan harga tanpa peningkatan spesifikasi yang berarti lonjakan akan memicu penurunan daya beli masyarakat. Data terbaru dari International Data Corporation (IDC) yang dirilis Selasa (6/1/2026), menunjukkan gambaran pasar yang kontras antara ponsel biasa dan ponsel inovatif.
Skenario pesimistis pasar HP global risiko terkontraksi hingga 5% pada tahun 2026. Sementara itu, ponsel konvensional terkait pengiriman HP layar standar diprediksi turun 1,4%. Konsumen cenderung mempertahankan perangkat mereka lebih lama, sehingga siklus pergantian unit melambat.
Baca Juga: Heboh di Waru PPU! Pergantian Marbut Masjid Al-Irsyad Menuai Polemik, Ada Apa?
Di sisi lain, tren harga jual rata-rata diperkirakan akan tetap tinggi meskipun permintaan melesu. Berbeda dengan segmen standar, kategori ponsel lipat ( foldables ) justru diproyeksikan tumbuh pesat hingga 29,7% pada tahun 2026.
Lonjakan signifikan ini dipicu oleh dua momentum besar. Pertama, inovasi Samsung. Peluncuran Galaxy Z TriFold (ponsel lipat tiga) yang akan membawa teknologi futuristik ke pasar mainstream . Kedua, efek Apple dengan masuknya Apple ke segmen ini melalui iPhone lipat pertama pada akhir 2026.
Direktur Riset Senior IDC, Nabila Nopal, menyebutkan bahwa kehadiran Apple akan menjadi game-changer. Senada dengan itu, VP IDC Francisco Jeronimo menilai Apple bertindak sebagai katalis yang mendorong adopsi teknologi liputan ke masyarakat luas. Meskipun volumenya belum sebesar standar HP, segmen ini memiliki nilai jual (margin) hingga 3 kali lipat lebih tinggi.
Baca Juga: Bersih-Bersih Sektor Pangan, Mentan Amran Copot 192 Pejabat dan Cabut Izin 2.300 Distributor Nakal
IDC memperkirakan peta persaingan sistem operasi di pasar HP lipat pada tahun 2026 akan terbagi menjadi Android 61% (pemimpin pasar), iOS (Apple) 22%, HarmonyOS Next (Huawei) 17% (diprediksi tumbuh dua kali lipat).
Dalam jangka panjang, kategori lipat diprediksi memiliki laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 17% hingga 2029. Angka ini sangat kontras dengan segmen HP konvensional yang pertumbuhannya stagnan di bawah 1%. (*)=
Editor : Uways Alqadrie