KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Nilai ekspor nonmigas Kalimantan Timur mencatatkan kenaikan pada November 2025 di tengah fluktuasi perdagangan global. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, penguatan ekspor bulanan didorong oleh lonjakan pengiriman ke sejumlah negara tujuan utama, khususnya di kawasan Asia, serta munculnya negara tujuan baru yang sebelumnya tidak tercatat.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menyampaikan, total nilai ekspor nonmigas ke 13 negara tujuan utama pada November 2025 mencapai USD1.528,03 juta. Angka tersebut meningkat USD42,33 juta atau 2,85 persen dibandingkan Oktober 2025.
Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh naiknya nilai ekspor ke beberapa negara tujuan utama. Ekspor ke Tiongkok melonjak USD99,04 juta atau 15,29 persen, sementara Filipina naik USD23,71 juta atau 25,26 persen. “Selain itu, Djibouti mulai tercatat sebagai negara tujuan ekspor dengan nilai USD20,13 juta, setelah pada bulan sebelumnya tidak terdapat ekspor ke negara tersebut,” kata Yusniar.
Baca Juga: Ketergantungan Tambang Terlihat, Ekspor Kaltim Masih Tertekan
Dari sisi kawasan, ekspor nonmigas Kaltim ke ASEAN pada November 2025 tercatat USD281,83 juta atau naik 2,26 persen dibandingkan Oktober 2025. Filipina menjadi tujuan terbesar dengan nilai USD117,57 juta, disusul Malaysia USD80,58 juta dan Vietnam USD56,33 juta. Namun, ekspor ke Vietnam dan kelompok ASEAN lainnya justru mengalami penurunan secara bulanan.
Sementara itu, kinerja ekspor nonmigas ke Uni Eropa pada November 2025 mengalami penurunan tajam. Nilainya tercatat hanya USD17,04 juta atau turun 50,74 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Italia menjadi negara tujuan utama dengan nilai ekspor USD8,84 juta, diikuti Belanda USD5,73 juta dan Rumania USD2,47 juta, sementara ekspor ke Uni Eropa lainnya tidak tercatat.
Baca Juga: Bisnis Properti Tancap Gas di 2026, Rumah Subsidi Tetap Favorit, Komersial Mulai Didorong
Secara kumulatif Januari hingga November 2025, kinerja ekspor nonmigas Kaltim masih mengalami kontraksi. “Secara kumulatif Januari-November 2025, ekspor nonmigas ke 13 negara tujuan utama turun 15,47 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” kata Yusniar.
Dalam periode tersebut, Tiongkok tetap menjadi negara tujuan utama dengan nilai ekspor USD5.835,45 juta atau berperan 34,31 persen, diikuti India USD2.784,19 juta dan Filipina USD1.405,95 juta.
Adapun berdasarkan kawasan tujuan, total nilai ekspor nonmigas Kaltim ke ASEAN sepanjang Januari-November 2025 mencapai USD3.793,03 juta dengan kontribusi 22,30 persen terhadap total ekspor nonmigas. Sementara ekspor ke kawasan Uni Eropa tercatat USD250,06 juta dengan peranan relatif kecil, yakni 1,47 persen dari total ekspor nonmigas Kaltim. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki