KALTIMPOST.ID, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona hijau pada awal pekan ini.
Sejak pembukaan perdagangan Senin pagi (12/1/2026), pasar saham Indonesia menunjukkan optimisme yang cukup kuat, bahkan sempat menyentuh area yang selama ini dianggap “angka psikologis” bagi investor.
Pada pukul 10.09 WIB, IHSG tercatat berada di kisaran 8.960. Sepanjang pagi, indeks bergerak dinamis dengan rentang pergerakan yang cukup lebar, mendekati level 9.000, namun belum benar-benar bertahan di atasnya.
Menariknya, penguatan ini terjadi saat sebagian pelaku pasar justru mulai bersikap lebih berhati-hati.
Secara kasat mata, pasar terlihat solid. Ratusan saham menguat dan nilai transaksi terus bertambah.
Namun di balik angka hijau tersebut, IHSG sebenarnya sedang berada dalam fase konsolidasi, atau bisa dibilang sedang mencari arah berikutnya.
Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG masih akan berfluktuasi di kisaran 8.860–9.000 dalam waktu dekat.
Level 9.000 merupakan area yang sering memicu aksi ambil untung karena dianggap sudah cukup tinggi oleh sebagian investor. Inilah yang membuat pasar terlihat kuat, tetapi belum sepenuhnya agresif.
Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri24 Senin 12 Januari 2026, Cek Langsung di Gerai Pegadaian Hari ini
Dorongan Datang dari Asia dan Amerika
Penguatan IHSG pagi ini tak lepas dari sentimen positif pasar global. Bursa saham Asia mayoritas bergerak naik, mengikuti jejak Wall Street yang ditutup menguat pada akhir pekan lalu.
Di Amerika Serikat, data tenaga kerja terbaru menunjukkan perlambatan penciptaan lapangan kerja.
Meski terdengar negatif, pasar justru menafsirkan ini sebagai peluang meningkatnya harapan penurunan suku bunga oleh bank sentral AS dalam waktu ke depan.
Baca Juga: Update Harga Emas Perhiasan Senin 12 Januari 2026 dari Lakuemas dan Raja Emas
Investor Menunggu Pemicu Baru
Meski sentimen global cukup mendukung, pelaku pasar belum sepenuhnya lepas dari sikap waspada.
Investor kini menanti beberapa faktor penting, mulai dari data inflasi AS, laporan kinerja bank-bank besar dunia, hingga data ekonomi domestik seperti penjualan ritel.
Selama belum ada kejutan besar dari data-data tersebut, IHSG cenderung bergerak stabil, naik perlahan, namun tetap berhati-hati.
Jika ditarik lebih jauh, performa IHSG sebenarnya masih tergolong kuat. Dalam enam bulan terakhir, indeks telah mencatat penguatan signifikan. Secara tahunan dan bulanan, tren positif juga masih terjaga. ***
Editor : Dwi Puspitarini