Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hadapi Perlambatan Ekonomi, HARRIS Hotel Perluas Segmentasi Pasar, Intip Hal Menarik yang Bakal Dilakukan

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 12 Januari 2026 | 11:49 WIB
SEGMEN: Strategi pasar campuran dan pendekatan personal ke tamu dilakukan untuk menjaga keberlangsungan bisnis di tengah perlambatan ekonomi.
SEGMEN: Strategi pasar campuran dan pendekatan personal ke tamu dilakukan untuk menjaga keberlangsungan bisnis di tengah perlambatan ekonomi.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Di tengah proyeksi perlambatan ekonomi yang masih berlanjut hingga awal 2026, HARRIS Hotel Samarinda memilih jalan berbeda untuk menjaga keberlangsungan bisnis.

Daripada bergantung pada satu segmen, mereka mengandalkan strategi pasar campuran dan pendekatan personal ke tamu.

“Kami memang enggak terlalu fokus pada satu market segmen. Kita mix, jadi enggak berharap sama government,” kata Assistant Marketing and Branding Manager HARRIS Hotel Samarinda, Nuno Firmansyah.

Strategi tersebut dinilai efektif, terutama saat kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada banyak hotel yang bergantung pada kegiatan pemerintahan. Bahkan, menurut Nuno, kondisi tersebut memunculkan peluang baru dari sektor swasta.

"Ada market-market baru. Perusahaan yang dulunya pakai event organizer, sekarang ngerjain internal sendiri,” ujarnya.

Segmen individual dan keluarga justru menjadi penopang terbesar. Diakui jika pihaknya juga aktif menyusun paket-paket yang relevan dengan kebutuhan pasar, mulai staycation hingga ruang pertemuan. Selain itu, juga mulai serius menyasar komunitas sebagai ceruk pasar baru.

Tren gaya hidup sehat dimanfaatkan dengan mendekatkan diri ke komunitas olahraga, khususnya lari. “Kami masuk ke komunitasnya. Kita ikut join, ikut lari bareng mereka,” kata Nuno.

Pendekatan tersebut bukan sekadar promosi, melainkan membangun kedekatan. Dari komunitas itu, hotel kerap mendapat tamu-tamu loyal yang datang bersama keluarga maupun jaringan bisnisnya.

Tak hanya soal pasar, Hotel Haris juga menyiapkan langkah ekspansi. Saat ini jumlah kamar yang tersedia dinilai belum mencukupi permintaan. “Sekarang 143 kamar. Ke depan nambah sekitar 20-an kamar,” imbuhnya.

Di sisi lain, manajemen juga menerapkan strategi khusus untuk menjaga peluang pemesanan mendadak. Meski okupansi penuh, hotel tetap menyisakan beberapa kamar setiap akhir pekan. “Walaupun full, kami tetap spare 3 sampai 5 kamar,” jelas Nuno.

Langkah itu dilakukan agar tamu yang datang tiba-tiba tetap terlayani dan tidak kehilangan kepercayaan. Strategi tersebut, menurut Nuno, turut berkontribusi menjaga performa bisnis sepanjang 2025.

Ke depan, pola bisnis itu akan terus dievaluasi. Namun satu prinsip tetap dijaga, membangun hubungan jangka panjang dengan tamu bukan sekadar mengejar transaksi sesaat. Pihaknya optimistis menghadapi perkembangan ekonomi ke depan. Bisnis akomodasi diakuinya masih cukup bersaing di Samarinda. (*)

Editor : Dwi Restu A
#harris #samarinda #hotel