KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Nilai impor Kalimantan Timur pada November 2025 mengalami penurunan tipis dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, aktivitas impor masih didominasi dari Pelabuhan Balikpapan sebagai pintu masuk utama barang dari luar negeri.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, total nilai impor melalui tiga pelabuhan bongkar terbesar pada November 2025 mencapai USD404,86 juta. Pelabuhan Balikpapan menyumbang nilai impor terbesar yakni USD357,14 juta, diikuti Pelabuhan Tanjung Bara sebesar USD30,86 juta, dan Pelabuhan Kariangau senilai USD16,86 juta.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, secara bulanan nilai impor di lima pelabuhan utama mengalami penurunan. “Jika dibandingkan dengan Oktober 2025, nilai impor pada lima pelabuhan utama mengalami penurunan 2,11 persen, atau dari USD442,68 juta menjadi USD433,33 juta pada November 2025,” ujarnya.
Sepanjang periode Januari hingga November 2025, Pelabuhan Balikpapan masih menjadi kontributor utama impor Kaltim. Pelabuhan itu menyumbang 77,10 persen terhadap total impor provinsi.
Selain Balikpapan, Pelabuhan Kariangau memberikan kontribusi 6,54 persen, disusul Pelabuhan Sepinggan (U) 5,90 persen. Sementara pelabuhan lainnya memiliki porsi yang relatif kecil terhadap total impor Kaltim.
Secara kumulatif, total nilai impor selama Januari-November 2025 tercatat sebesar USD4.427,54 juta, sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD4.479,33 juta. (*)
Editor : Dwi Restu A