KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Kalimantan Timur hingga akhir triwulan III 2025 menunjukkan dominasi investor dari Mauritius. Negara tersebut tercatat menjadi penyumbang investasi terbesar dibanding negara lain, mengungguli Singapura dan Perancis.
Berdasarkan realisasi investasi menurut asal negara, terdapat 31 negara yang menanamkan modalnya di Bumi Etam sepanjang Juli-September 2025. “Sampai dengan akhir triwulan III, dilihat dari asal negara investor, menunjukkan bahwa ada 31 negara. Mauritrius, Singapura dan Prancis sebagai tiga negara yang merealisasikan investasinya relatif lebih besar dari negara lainnya,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Fahmi Prima Laksana.
Investor asal Mauritius tercatat merealisasikan investasi senilai USD45,60 juta atau setara Rp729,63 miliar. Kontribusi tersebut mencapai 20,90 persen dari total nilai investasi PMA, dengan jumlah tiga proyek. Sementara itu, Singapura berada di posisi kedua dengan nilai investasi USS45,39 juta atau Rp726,28 miliar. Meski nilainya sedikit di bawah Mauritius, Singapura menjadi negara dengan jumlah proyek terbanyak, yakni 332 proyek, dengan kontribusi 20,81 persen
Adapun Perancis menempati peringkat ketiga dengan realisasi investasi USD29,50 juta atau Rp472,04 miliar. Nilai tersebut berkontribusi 13,52 persen dari total investasi PMA di Kaltim, dengan total 10 proyek.
Selain tiga negara tersebut, Malaysia dan Korea Selatan juga masuk dalam lima besar investor asing. Malaysia mencatatkan investasi USD27,51 juta atau Rp440,19 miliar dari 126 proyek, sedangkan Korea Selatan merealisasikan investasi USD19,84 juta atau Rp317,56 miliar melalui 25 proyek.
Secara keseluruhan, realisasi investasi PMA pada periode Juli-September 2025 mencapai USD218,18 juta atau setara Rp3,49 triliun. Total tersebut berasal dari 1.023 proyek yang tersebar dari 31 negara. (*)
Editor : Ismet Rifani