KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja sistem pembayaran di Kalimantan Timur terus menunjukkan tren penguatan pada triwulan III 2025.
Bank Indonesia mencatat, nilai transaksi melalui infrastruktur pembayaran BI mengalami peningkatan pertumbuhan dibandingkan triwulan sebelumnya.
"Nominal transaksi sistem pembayaran melalui infrastruktur Bank Indonesia mencapai Rp119,82 triliun atau meningkat tumbuh positif 8,59 persen (yoy)," papar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur Budi Widihartanto.
Di mana pada triwulan sebelumnya tercatat pertumbuhan di angka 6,10 persen yoy atau Rp106,40 triliun. Dari sisi volume, transaksi sistem pembayaran melalui infrastruktur BI juga tumbuh positif 14,46 persen (yoy) dengan volume mencapai 25,11 juta transaksi.
Namun, pertumbuhan volume tersebut tercatat lebih lambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Dijelaskan Budi, perlambatan pertumbuhan volume sejalan dengan konsumsi rumah tangga yang termoderasi pada periode laporan, meskipun aktivitas ekonomi secara umum masih terjaga.
Jika dilihat dari komposisinya, transaksi sistem pembayaran melalui infrastruktur BI masih didominasi oleh BI-FAST, baik dari sisi nominal maupun volume transaksi.
Dari sisi nominal, transaksi BI-FAST memberikan kontribusi sebesar 50 persen terhadap total nominal transaksi sistem pembayaran. Sementara dari sisi volume, kontribusi BI-FAST bahkan mencapai 99 persen dari total volume transaksi yang tercatat.
Dominasi BI-FAST tersebut menunjukkan semakin kuatnya preferensi masyarakat terhadap sistem pembayaran non tunai yang cepat, efisien, dan mudah diakses dalam mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.
Pihaknya menilai, penguatan kinerja sistem pembayaran ini menjadi indikasi positif atas keberlanjutan aktivitas ekonomi di Kaltim, meskipun terdapat moderasi konsumsi rumah tangga pada triwulan laporan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo