Tak lama setelah perdagangan dimulai, IHSG sempat bergerak lebih tinggi hingga menyentuh posisi 9.169. Namun, penguatan kemudian terbatas. Hingga beberapa menit berjalan, indeks berada di kisaran 9.136 atau naik tipis sekitar 0,03 persen.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Nilai transaksi awal mencapai sekitar Rp1,5 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,2 miliar saham. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 298 saham menguat, 214 melemah, dan 446 saham bergerak stagnan.
Sejumlah indeks acuan justru bergerak bervariasi. Indeks LQ45 terkoreksi 0,36 persen ke level 889.
Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,20 persen ke posisi 620, sementara indeks MNC36 melemah 0,58 persen ke level 356. Di sisi lain, IDX30 mencatatkan penguatan 0,50 persen ke level 452.
Berdasarkan sektor, penguatan ditopang oleh sektor energi, keuangan, properti, teknologi, serta konsumer non-siklikal. Adapun sektor konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, transportasi, industri, dan kesehatan bergerak di zona merah.
Di papan saham, PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI), PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA), dan PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) memimpin daftar saham dengan kenaikan tertinggi.
Sementara itu, tekanan jual terlihat pada PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS), PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), dan PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC).
Editor : Uways Alqadrie