Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ada yang Aneh dengan Kurs Dolar? Menkeu Purbaya Beri Peringatan Keras bagi Pemilik Simpanan Valas

Dwi Puspitarini • Selasa, 20 Januari 2026 | 18:14 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

KALTIMPOST.ID, Nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh Rp 17.000 per dolar AS kembali menjadi sorotan publik.

Namun, di tengah kekhawatiran pasar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pandangan yang berbeda dari narasi umum pelemahan mata uang.

Alih-alih melihat rupiah sebagai cerminan ekonomi yang rapuh, Purbaya justru menilai pergerakan kurs saat ini tidak sejalan dengan kondisi fundamental Indonesia.

“Jadi untuk spekulator-spekulator, jangan terlalu ambil posisi yang terlalu long,” kata Purbaya saat ditemui di kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Menurutnya, ada kejanggalan yang tidak bisa diabaikan. Ketika rupiah melemah, aliran modal asing justru masuk deras ke pasar keuangan domestik. Hal itu tercermin dari kinerja pasar saham yang terus menguat.

 Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Selasa 20 Januari 2026: Raja Emas Indonesia dan Lakuemas Catat Kenaikan

IHSG Naik, Investor Masuk, Tapi Rupiah Belum Bergerak

Pada perdagangan Selasa (20/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi pertama naik 21,54 poin atau 0,24% ke level 9.155,41.

Mayoritas saham mencatatkan penguatan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 15,91 triliun dan kapitalisasi pasar menembus Rp 16.613 triliun.

Bagi Purbaya, kondisi ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia masih terjaga.

“Jadi malah rupiah nanti pelan-pelan akan menguat. Enggak ada alasan Rupiah melemah ketika modal masuk ke sini. Ya kan? Menurut Anda gimana? Makanya ada yang aneh kan? Anda tanya ke Bank Sentral,” ujarnya.

 Baca Juga: Harga Perak Hari Ini, Selasa 20 Januari 2025: Antam Pecah Rekor Tertinggi, Naik Tajam Dua Hari Beruntun

Rupiah Dinilai Terlalu Lemah Dibanding Kondisi Ekonomi

Purbaya menilai nilai tukar rupiah saat ini sudah terlalu jauh dari kondisi ekonomi sebenarnya.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pasar keuangan yang atraktif, pelemahan rupiah dinilai tidak mencerminkan kekuatan fundamental Indonesia.

“Saya pikir sih kalau dari market kelihatan sekali kan mereka percaya pondasi ekonomi kita baik. Dan mungkin juga semakin melemah mereka masuk, kenapa? Dia bisa dapat dari capital gain dan forex gain nanti ketika ekonomi atau rupiah-nya bergerak searah dengan fundamentalnya. Jadi dibanding fundamental sekarang Rupiah terlalu lemah,” tegasnya. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#nilai tukar rupiah #rupiah melemah #kurs dolar #Simpanan Valas #rupiah melemah purbaya #Menkeu Purbaya #Rupiah hari ini