Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Konsistensi Jadi Senjata 28 Finest Hadapi Persaingan Bisnis Kopi

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:30 WIB
PELAYANAN: Kualitas rasa saja dinilai tidak cukup jika tidak diiringi dengan kenyamanan dan standar pelayanan yang terjaga.
PELAYANAN: Kualitas rasa saja dinilai tidak cukup jika tidak diiringi dengan kenyamanan dan standar pelayanan yang terjaga.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Menjamurnya kafe kopi baru di Kota Minyak membuat persaingan bisnis kian ketat. Dari kawasan Balikpapan Baru hingga pusat kota, konsumen kini memiliki banyak pilihan tempat ngopi dengan konsep dan menu yang beragam.

Di tengah kondisi itu, 28 Finest Balikpapan memilih tidak terjebak perang harga atau tren sesaat, melainkan fokus pada konsistensi layanan dan standar operasional.

Manager 28 Finest Balikpapan Zaenal Arifin mengatakan bahwa pelayanan dan konsistensi SOP menjadi strategi utama untuk menjaga loyalitas pelanggan. Menurutnya, kualitas rasa saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan kenyamanan dan standar pelayanan yang terjaga.

“Strategi kita lebih ke pelayanan dan konsistensi SOP. Itu yang bikin customer mau balik lagi ke kita. Mereka datang dengan nyaman dan kita jaga standarisasi yang sama setiap hari,” kata Zaenal.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut perlahan membentuk basis pelanggan tetap. Saat ini, mayoritas pengunjung Finest Balikpapan merupakan tamu reguler yang sudah pernah datang dan kembali lagi karena pengalaman yang dirasakan.

“Sekarang memang lebih banyak tamu reguler. Teman-teman yang sudah pernah merasakan, akhirnya balik lagi,” tuturnya.

Zaenal menilai, di tengah gempuran kafe baru yang agresif menawarkan menu unik dan konsep visual, menjaga kepercayaan pelanggan justru menjadi nilai ekonomi jangka panjang. Konsistensi dinilai mampu menekan biaya promosi karena pelanggan loyal secara tidak langsung menjadi promotor dari mulut ke mulut.

Selain pelayanan, Finest Balikpapan juga tetap mengikuti dinamika tren kopi, namun secara selektif. Tahun lalu, Zaenal berujar, tren kopi susu dengan racikan unik sempat mendominasi pasar. Namun untuk 2026, arah konsumsi dinilai mulai bergeser.

“Kalau melihat tren, kemungkinan tahun ini balik lagi ke kopi hitam seperti Americano. Sekarang juga mulai digiring ke gaya hidup sehat, jadi banyak anak muda mulai meninggalkan minuman yang terlalu manis,” jelas Zaenal.

Dengan strategi tersebut, Finest Balikpapan optimistis mampu bertahan dan tumbuh di tengah persaingan industri kopi yang semakin padat di Balikpapan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kafe kopi #konsistensi #28 Finest #persaingan bisnis