Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga Emas Naik Terus, Pakar Ingatkan Investor Tak Terjebak Euforia dan FOMO

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 1 Februari 2026 | 15:44 WIB
TENANG: Akademisi pakar investasi Universitas Mulawarman (Unmul) Musdalifah Azis meminta masyarakat tidak FOMO dengan kenaikan harga.
TENANG: Akademisi pakar investasi Universitas Mulawarman (Unmul) Musdalifah Azis meminta masyarakat tidak FOMO dengan kenaikan harga.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Lonjakan harga emas memicu antusiasme masyarakat untuk membeli. Galeri emas dan layanan tabungan emas dilaporkan semakin ramai, seiring munculnya kekhawatiran harga akan terus meningkat. Namun, pakar mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak euforia.

Emas bukan instrumen investasi untuk mengejar keuntungan cepat. Emas lebih tepat diperlakukan sebagai aset perlindungan nilai jangka menengah hingga panjang.

“Emas itu lebih tepat memang untuk perlindungan nilai, jadi bukan bentuk perlindungan jangka pendek untuk spekulasi yang cepat,” ujar akademisi pakar investasi Universitas Mulawarman (Unmul) Musdalifah Azis.

Menurut Musdalifah, kesalahan yang kerap terjadi adalah mengalihkan seluruh portofolio investasi ke emas ketika harga sedang tinggi. Padahal, strategi tersebut berisiko jika harga mengalami koreksi.

Dia menyarankan masyarakat menerapkan strategi pembelian bertahap. Dalam kondisi pasar yang tidak pasti, pembelian secara sekaligus justru dapat meningkatkan risiko kerugian.

Dia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam berinvestasi. Emas seharusnya dibeli sesuai kemampuan keuangan, bukan karena dorongan emosi atau rasa takut tertinggal. “Jangan fear of missing out (FOMO) saat harganya naik tajam dan jangan panik saat harganya turun,” tegasnya.

Terkait bentuk investasi, Musdalifah menilai tabungan emas dan emas batangan lebih efisien dibandingkan perhiasan. Perhiasan dinilai memiliki banyak potongan biaya yang berpotensi menggerus nilai investasi. “Sehingga bukan pilihan yang optimal untuk investasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, emas sebaiknya hanya menjadi salah satu bagian dari portofolio, bukan satu-satunya instrumen. Dengan strategi bertahap dan disiplin, emas dapat membantu menjaga stabilitas keuangan tanpa menimbulkan risiko berlebihan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pakar #UNMUL #investasi #lonjakan harga emas #masyarakat #fomo #membeli #investasi emas #Euforia