Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

BSI Perkuat Identitas Sebagai Bank Emas, Dorong Budaya Bullion Banker

Ulil Mu'Awanah • Senin, 2 Februari 2026 | 18:12 WIB
PEMBEDA: Di saat banyak bank fokus mengembangkan kredit dan simpanan konvensional, Bank Syariah Indonesia (BSI) memilih memperkuat diferensiasi melalui bisnis emas.
PEMBEDA: Di saat banyak bank fokus mengembangkan kredit dan simpanan konvensional, Bank Syariah Indonesia (BSI) memilih memperkuat diferensiasi melalui bisnis emas.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di saat banyak bank fokus mengembangkan kredit dan simpanan konvensional, Bank Syariah Indonesia (BSI) memilih memperkuat diferensiasi melalui bisnis emas.

Pada usia lima tahun, BSI semakin mantap menempatkan emas sebagai salah satu pilar utama pengembangan usaha.

“Emas tetap menjadi proposisi utama kami. Ini menjadi salah satu fitur yang mungkin hanya BSI saja yang punya di antara bank-bank lain. Karena itu, seluruh karyawan BSI diminta memiliki dua paradigma, yakni sebagai banker syariah dan bullion banker,” jelas Area Retail Transaction Banking Manager BSI Area Kaltimtara Gilang Ramadhan Singabella.

Dirinya menyebutkan bahwa BSI saat ini menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang secara legal berstatus sebagai bank bullion atau bank emas. Paradigma banker syariah menempatkan insan BSI sebagai agen penggerak ekonomi berbasis prinsip syariah.

Sementara bullion banker menuntut pegawai aktif memasarkan dan mengembangkan produk-produk berbasis emas, baik sebagai instrumen investasi maupun lindung nilai.

Dua produk yang saat ini menjadi andalan adalah tabungan emas dan cicil emas. Gilang menilai, tren kenaikan harga emas dalam beberapa bulan terakhir semakin meningkatkan minat masyarakat.

“Kalau kita lihat dari 2025 ke 2026 saja, pertumbuhan harga emas hampir sekitar Rp 1,4 juta lebih dari tahun sebelumnya, atau kurang lebih 50 persen. Walaupun mungkin ada koreksi, kecenderungannya harga emas akan terus naik,” ungkapnya.

Kondisi tersebut mendorong BSI untuk menjadikan emas sebagai komoditas utama dalam strategi bisnis jangka panjang. Selain menawarkan potensi keuntungan, produk emas dinilai lebih stabil dan sesuai dengan prinsip syariah.

"Melalui penguatan bisnis emas ini, BSI optimistis dapat terus memperluas basis nasabah sekaligus memperkokoh posisinya sebagai bank syariah modern dan inovatif," tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#BSI #bullion emas #investasi emas #bank emas #Bisnis Emas #tabungan emas #bank syariah indonesia