KALTIMPOST.ID-Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi di Balikpapan pada Januari 2026 dengan angka mencapai 15,57 persen secara tahunan. Lonjakan itu menjadi perhatian karena jauh melampaui kelompok pengeluaran lainnya.
Selain perawatan pribadi, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mencatat inflasi tinggi sebesar 8,35 persen. Kenaikan tarif listrik menjadi salah satu faktor dominan.
Kenaikan harga pada kelompok ini dijelaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap jasa dan produk perawatan, seiring perubahan pola konsumsi masyarakat.
“Komoditas seperti emas perhiasan, upah asisten rumah tangga, serta berbagai jasa perawatan menjadi pendorong utama kenaikan indeks pada kelompok ini,” ujar Marinda.
Dia menilai, tren ini mencerminkan meningkatnya biaya hidup di sektor jasa dan hunian, meskipun sebagian kelompok barang konsumsi mengalami penurunan harga.
“Itu menunjukkan struktur inflasi Balikpapan saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh komponen administered prices dan jasa,” katanya.
Ia berharap, koordinasi pengendalian inflasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat, terutama dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. (rd)
Editor : Romdani.