KALTIMPOST.ID-Dengan inflasi tahunan 3,26 persen pada Januari 2026, Balikpapan masih berada pada level yang relatif moderat.
Angka itu dinilai mencerminkan keseimbangan antara tekanan harga dan upaya stabilisasi yang dilakukan pemerintah.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama mengatakan, inflasi Januari 2026 terjadi karena naiknya harga pada mayoritas kelompok pengeluaran, meski beberapa kelompok mengalami deflasi.
“Secara umum, kondisi inflasi Balikpapan masih terkendali. Deflasi m-to-m sebesar 0,11 persen juga menunjukkan adanya perbaikan pada sisi pasokan sejumlah komoditas,” sebutnya.
Ia menambahkan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,80 persen, sedangkan perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menyumbang 1,25 persen.
Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki justru memberikan andil deflasi y-on-y sebesar 0,14 persen, disusul perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08 persen.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, distributor, dan pelaku usaha menjadi kunci agar inflasi tetap berada dalam rentang sasaran.
“Ke depan, stabilitas harga perlu terus dijaga, terutama menjelang periode-periode dengan potensi peningkatan permintaan yang sebentar lagi kita memasuki Ramadan dan Idulfitri,” tutupnya. (rd)
ULIL MUAWANAH
Editor : Romdani.