Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kisah Sukses Neti Dwi Agustina Kembangkan Usaha Salad Daily, Berawal dari Niat Hidup Sehat

Nasya Rahaya • Minggu, 8 Februari 2026 | 06:06 WIB
BERKAH: Neti Dwi Agustin dan produknya dari Salad Daily yang diproduksi dari rumah. Usaha tersebut berawal dari bekal diet untuk menyehatkan sang suami, kini jadi pilihan makan sehat warga Penajam.
BERKAH: Neti Dwi Agustin dan produknya dari Salad Daily yang diproduksi dari rumah. Usaha tersebut berawal dari bekal diet untuk menyehatkan sang suami, kini jadi pilihan makan sehat warga Penajam.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Niat awal Neti Dwi Agustina hanya ingin menyehatkan sang suami lewat menu makanan sehat buatan rumah seperti salah sayur.

Tapi siapa sangka, kebiasaan hidup sederhana ini jadi peluang usaha. Menghadirkan beragam pilihan makan sehat bagi warga Penajam Paser Utara. Kini, lewat usaha Salad Daily dikenal sebagai penyedia makanan sehat di PPU.

Perempuan asal Samarinda ini memang punya kebiasaan membuat bekal makan dengan konsep makanan sehat.

“Awalnya cuma bekal diet suami. Pas di kantor, teman-temannya sering icip dan bilang, ‘kenapa enggak jualan saja? Di Penajam masih kurang makanan sehat seperti ini,’” cerita Neti.

Saran itu tidak langsung ia jalankan. Sebagai pendatang baru di Penajam sejak 2024, Neti lebih dulu mempelajari karakter pasar dan kebiasaan masyarakat setempat. Ia melihat banyak pekerja yang harus berangkat pagi dan tidak sempat menyiapkan sarapan sehat.

Akhirnya, pada September ia memberanikan diri memulai usaha secara sederhana dari rumah dengan sistem pre-order. Menu awalnya hanya satu jenis salad box berisi selada, wortel, kol, jagung, telur, dan dada ayam. Pada hari pertama, pesanan yang masuk sekitar 15 hingga 20 box, tentunya dari teman-teman kantor sang suami.

“Awal-awal sulit karena saya pendatang dan belum punya banyak relasi di PPU. Jadi saya buat akun Instagram khusus, lalu minta tolong akun-akun kuliner Penajam untuk repost,” ungkapnya.

Perlahan, usahanya mulai dikenal. Dalam waktu sekitar satu setengah tahun, jumlah pengikut media sosialnya mendekati dua ribu orang. Pelanggan pun tidak lagi hanya dari lingkar kantor sang suami, tetapi juga karyawan perkantoran, dinas lainnya di PPU, hingga ibu rumah tangga yang mulai peduli gaya hidup sehat.

Di tengah perjalanan usaha, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman tersebut mengembangkan variasi menu agar pelanggan tidak bosan.

Kini Salad Daily memiliki lima pilihan utama, mulai dari chicken box, salad roll berbahan rice paper, salad wrap tortilla, salad sandwich roti gandum, menu baru chicken yakiniku berbahan daging rendah lemak, hingga jus jus sayur dan buah yang sehat.

“Banyak yang awalnya bilang enggak suka sayur karena dianggap pahit. Tapi setelah coba, mereka bilang ternyata enak. Kami pakai marinasi dan dressing supaya rasanya lebih balance,” jelasnya.

Seluruh proses produksi masih ia kerjakan sendiri. Ia hanya membuka usaha Senin hingga Jumat, sementara akhir pekan digunakan untuk beristirahat dan menyiapkan produksi pekan berikutnya. Dalam sehari, pesanan bisa mencapai 35 hingga 40 box dari berbagai menu.

Selain pre-order, Neti juga mulai menitipkan produk di tempat sarapan pagi yang dekat dengan kawasan perkantoran. Lokasi rumahnya yang strategis membuat banyak pelanggan datang langsung sebelum berangkat kerja.

“Kadang jam tujuh pagi sudah ada yang ambil sekalian berangkat kantor. Kalau malas keluar, kami juga sudah ada kurir untuk delivery,” katanya.

Untuk karena sistem pre-order tentunya Neti melakukan Seluruh kegiatan usaha secara digital, termasuk pembayaran non-tunai menggunakan QRIS yang di support dari Bank Kaltim-Tara cabang PPU.

Perjalanan Neti menuju dunia usaha tidak lepas dari pengalaman sebelumnya bekerja di sektor perbankan di Balikpapan. Setelah menikah dan mengikuti suami pindah ke Penajam, ia memilih fokus pada keluarga sebelum akhirnya mencari kesibukan baru dari rumah.

“Awalnya cuma cari kegiatan karena di Penajam enggak ada keluarga. Dari situ malah jadi usaha yang bikin saya sibuk dan happy,” ujarnya perempuan yang kini menyentuh kepala tiga tersebut.

Dari usaha rumahan tersebut, ia mengaku kini mampu meraih omzet lebih dari Rp 1 juta per hari. Meski masih terbilang baru, hasil penjualan sudah cukup memberikan tambahan penghasilan dan semangat baru dalam menjalani keseharian.

Ke depan, Neti optimistis bisnis makanan sehat di Penajam masih memiliki peluang besar. Ia melihat kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat terus meningkat, terutama di kalangan pekerja muda.

“Selama orang masih butuh makanan praktis tapi sehat, saya yakin usaha ini masih punya masa depan. Sekarang saja sudah banyak yang mulai sadar pentingnya makan sehat,” tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#hidup sehat #Neti Dwi Agustina #makanan sehat #Salad Daily