Berdasarkan informasi resmi perusahaan, terdapat tiga pola kerja sama yang dapat dipilih masyarakat untuk membuka gerai Alfamart, mulai dari mendirikan toko baru hingga mengambil alih gerai yang sudah berjalan.
Gerai Baru dari Nol
Skema pertama adalah pembukaan gerai baru dengan lokasi yang diajukan oleh calon mitra. Prosesnya dimulai dari pemaparan awal, survei dan penilaian lokasi, hingga penandatanganan kontrak kerja sama sebelum toko resmi beroperasi.
Nilai investasi bergantung pada ukuran bangunan dan jumlah rak yang digunakan. Untuk gerai kecil dengan luas sekitar 30 meter persegi, modal awal diperkirakan mulai Rp300 juta. Sementara untuk gerai terbesar dengan luas hingga 100 meter persegi, investasi dapat mencapai Rp500 juta.
Dana tersebut sudah mencakup biaya hak waralaba lima tahun, perlengkapan toko, sistem kasir digital, pendingin ruangan, instalasi listrik, perizinan, hingga kebutuhan promosi pembukaan. Namun, biaya tanah dan bangunan belum termasuk dalam hitungan tersebut.
Skema Permodalan Franchise Alfamart 2026
1. Gerai Baru
Modal disesuaikan dengan ukuran bangunan dan jumlah rak:
Gerai 9 rak (±30 m²): ± Rp300 juta
Gerai 18 rak (±60 m²): ± Rp350 juta
Gerai 36 rak (±80 m²): ± Rp450 juta
Gerai 45 rak (±100 m²): ± Rp500 juta
Modal tersebut mencakup:
Franchise fee Rp45 juta (masa kerja sama 5 tahun)
Instalasi listrik dan air
Peralatan gerai dan AC
Sistem kasir dan teknologi informasi ritel
Shop sign dan pole sign
Biaya perizinan
Promosi serta persiapan pembukaan toko
Catatan:
Nilai investasi belum termasuk biaya tanah dan bangunan, serta dapat berubah menyesuaikan kondisi lokasi dan harga material.
2. Gerai Konversi (Toko Kelontong ke Alfamart)
Permodalan bersifat fleksibel karena:
Stok barang lama dapat diakui sebagai persediaan awal
Rak toko yang memenuhi standar Alfamart dapat mengurangi biaya investasi
Baca Juga: Daftar 18 Kolonel TNI AD Naik Pangkat Jadi Brigjen Februari 2026, Hasil Mutasi Panglima TNI
Besaran modal akhir ditentukan setelah proses stock opname dan penilaian kelayakan toko.
3. Gerai Take Over
Modal mulai ± Rp800 juta
Sudah termasuk:
Franchise fee 5 tahun
Sewa lokasi selama 5 tahun
Peralatan gerai dan AC
Sistem kasir dan IT
Identitas gerai (signage)
Goodwill dan perjanjian operasional
4. Biaya Royalti
Dihitung dari penjualan bersih bulanan dan bersifat progresif:
Penjualan hingga Rp150 juta: 0%
Rp150–175 juta: 1%
Rp175–200 juta: 2%
Rp200–250 juta: 3%
Di atas Rp250 juta: 4%
Syarat Membuka Franchise Alfamart
Warga Negara Indonesia
Memiliki badan usaha resmi (CV, PT, koperasi, atau yayasan)
Memiliki atau menyiapkan lokasi usaha
Luas area penjualan minimal 100 m²
Total lahan sekitar 150–250 m²
Memenuhi seluruh perizinan usaha sesuai ketentuan daerah
(NIB, NPWP, izin domisili, dan izin lingkungan)
Bersedia mengikuti sistem operasional, standar pelayanan, dan kebijakan Alfamart
Editor : Uways Alqadrie