Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Franchise Alfamart 2026 Masih Cuan? Ini Hitungan Modal dan Skema Kerja Samanya

Uways Alqadrie • Senin, 9 Februari 2026 | 12:53 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Jaringan ritel Alfamart masih menjadi primadona bagi masyarakat yang ingin terjun ke bisnis minimarket. Hingga 2026, perusahaan ini tetap membuka peluang kemitraan melalui skema waralaba dengan beragam pilihan investasi, menyesuaikan modal dan kesiapan calon mitra.

Berdasarkan informasi resmi perusahaan, terdapat tiga pola kerja sama yang dapat dipilih masyarakat untuk membuka gerai Alfamart, mulai dari mendirikan toko baru hingga mengambil alih gerai yang sudah berjalan.

Gerai Baru dari Nol

Skema pertama adalah pembukaan gerai baru dengan lokasi yang diajukan oleh calon mitra. Prosesnya dimulai dari pemaparan awal, survei dan penilaian lokasi, hingga penandatanganan kontrak kerja sama sebelum toko resmi beroperasi.

Nilai investasi bergantung pada ukuran bangunan dan jumlah rak yang digunakan. Untuk gerai kecil dengan luas sekitar 30 meter persegi, modal awal diperkirakan mulai Rp300 juta. Sementara untuk gerai terbesar dengan luas hingga 100 meter persegi, investasi dapat mencapai Rp500 juta.

Dana tersebut sudah mencakup biaya hak waralaba lima tahun, perlengkapan toko, sistem kasir digital, pendingin ruangan, instalasi listrik, perizinan, hingga kebutuhan promosi pembukaan. Namun, biaya tanah dan bangunan belum termasuk dalam hitungan tersebut.

 Skema Permodalan Franchise Alfamart 2026

1. Gerai Baru

Modal disesuaikan dengan ukuran bangunan dan jumlah rak:

Gerai 9 rak (±30 m²): ± Rp300 juta

Gerai 18 rak (±60 m²): ± Rp350 juta

Gerai 36 rak (±80 m²): ± Rp450 juta

Gerai 45 rak (±100 m²): ± Rp500 juta

Modal tersebut mencakup:

Franchise fee Rp45 juta (masa kerja sama 5 tahun)

Instalasi listrik dan air

Peralatan gerai dan AC

Sistem kasir dan teknologi informasi ritel

Shop sign dan pole sign

Biaya perizinan

Promosi serta persiapan pembukaan toko

Catatan:

Nilai investasi belum termasuk biaya tanah dan bangunan, serta dapat berubah menyesuaikan kondisi lokasi dan harga material.

2. Gerai Konversi (Toko Kelontong ke Alfamart)

Permodalan bersifat fleksibel karena:

Stok barang lama dapat diakui sebagai persediaan awal

Rak toko yang memenuhi standar Alfamart dapat mengurangi biaya investasi

Baca Juga: Daftar 18 Kolonel TNI AD Naik Pangkat Jadi Brigjen Februari 2026, Hasil Mutasi Panglima TNI

Besaran modal akhir ditentukan setelah proses stock opname dan penilaian kelayakan toko.

3. Gerai Take Over

Modal mulai ± Rp800 juta

Sudah termasuk:

Franchise fee 5 tahun

Sewa lokasi selama 5 tahun

Peralatan gerai dan AC

Sistem kasir dan IT

Identitas gerai (signage)

Goodwill dan perjanjian operasional

4. Biaya Royalti

Dihitung dari penjualan bersih bulanan dan bersifat progresif:

Penjualan hingga Rp150 juta: 0%

Rp150–175 juta: 1%

Rp175–200 juta: 2%

Rp200–250 juta: 3%

Di atas Rp250 juta: 4%

Syarat Membuka Franchise Alfamart

Warga Negara Indonesia

Memiliki badan usaha resmi (CV, PT, koperasi, atau yayasan)

Memiliki atau menyiapkan lokasi usaha

Luas area penjualan minimal 100 m²

Total lahan sekitar 150–250 m²

Memenuhi seluruh perizinan usaha sesuai ketentuan daerah

(NIB, NPWP, izin domisili, dan izin lingkungan)

Bersedia mengikuti sistem operasional, standar pelayanan, dan kebijakan Alfamart

Editor : Uways Alqadrie
#indomaret #Alfamidi #alfamart #Franchise Alfamart