KALTIMPOST.ID, Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) pada Kamis, 12 Februari 2026 tercatat mengalami penurunan.
Berdasarkan pantauan pagi ini dari laman resmi Logam Mulia, harga emas ANTAM berada di level Rp2.947.000 per gram, turun Rp7.000 dibandingkan harga sebelumnya.
Penurunan ini sudah mulai terlihat sejak pembukaan perdagangan Rabu (11/2), di mana harga emas masih berada di posisi Rp2.954.000 per gram sebelum akhirnya terkoreksi pada hari ini.
Sementara itu, harga buyback atau harga jual kembali emas ke ANTAM juga ikut melemah Rp7.000 ke level Rp2.741.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.748.000 per gram.
Koreksi harga tidak hanya terjadi pada ukuran 1 gram, tetapi juga pada hampir seluruh varian berat emas lainnya yang turut menyesuaikan dengan pergerakan pasar global.
Logam Mulia memperbarui harga emas setiap hari pada pukul 08.30 WIB. Karena itu, masyarakat yang ingin membeli ataupun menjual emas disarankan untuk selalu mengecek harga terbaru sebelum melakukan transaksi agar mendapatkan nilai yang sesuai dengan kondisi pasar terkini.
Daftar Harga Emas Antam Kamis, 12 Februari 2026:
- 0,5 gram: Rp 1.523.500
- 1 gram: Rp 2.947.000
- 2 gram: Rp 5.834.000
- 3 gram: Rp 8.726.000
- 5 gram: Rp 14.510.000
- 10 gram: Rp 28.965.000
- 25 gram: Rp 72.287.000
- 50 gram: Rp 144.495.000
- 100 gram: Rp 288.912.000
- 250 gram: Rp 722.015.000
- 500 gram: Rp 1.443.820.000
- 1.000 gram (1 kg): 2.887.600.000
Pajak Pembelian dan Buyback Emas Antam
Selain harga, pembeli juga perlu memperhatikan ketentuan pajak sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017.
Pajak Pembelian (PPh 22)
- 0,45% bagi pembeli dengan NPWP
- 0,9% bagi pembeli tanpa NPWP
Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong pajak.
Pajak Buyback (Penjualan Kembali)
Berlaku untuk transaksi di atas Rp 10 juta:
- 1,5% bagi pemilik NPWP
- 3% bagi non-NPWP
Pajak buyback langsung dipotong dari nilai transaksi saat penjualan.
Harga emas ANTAM pada 12 Februari 2026 turun tipis Rp 7.000 menjadi Rp 2.947.000 per gram, dengan buyback ikut melemah ke Rp 2.741.000 per gram.
Meski mengalami koreksi harian, emas tetap menjadi instrumen investasi yang stabil untuk jangka panjang.***
Editor : Dwi Puspitarini