KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi tulang punggung investasi Samarinda sepanjang 2025. Struktur investasi daerah menunjukkan dominasi kuat modal domestik, baik dari sisi nilai investasi, jumlah proyek, maupun sebaran sektor usaha.
"Realisasi PMDN Samarinda pada 2025 mencapai Rp 4,35 triliun dengan total 10.039 proyek," jelas Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Samarinda, Riduansah. Angka tersebut mencerminkan besarnya peran investor dalam negeri dalam menggerakkan perekonomian kota.
Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang PMDN terbesar dengan nilai investasi Rp 1,14 triliun dari 1.026 proyek. Sektor tersebut juga menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar, seiring tingginya aktivitas distribusi dan logistik.
Kontributor PMDN berikutnya adalah sektor perdagangan dan reparasi dengan nilai investasi Rp 981 miliar dari 3.767 proyek. Tingginya jumlah proyek menunjukkan bahwa sektor perdagangan masih menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi masyarakat Kota Tepian.
"Selain itu, sektor jasa lainnya mencatatkan realisasi PMDN sebesar Rp 789 miliar dari 1.296 proyek," lanjut pria yang karib disapa Riduan tersebut. Sektor itu mencakup berbagai kegiatan jasa yang menopang aktivitas ekonomi perkotaan.
Sementara sektor pertambangan mencatatkan investasi PMDN Rp 827 miliar dari 632 proyek, menunjukkan peran sektor itu dalam mendukung perekonomian daerah meski bukan sektor dominan utama di kota.
Kontribusi PMDN juga datang dari sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dengan nilai Rp 137 miliar, disusul sektor hotel dan restoran sebesar Rp 112 miliar dari 441 proyek, serta sektor konstruksi dengan nilai Rp 100 miliar.
Menurut Riduan, dominasi PMDN tidak terlepas dari kewenangan perizinan yang berada di tingkat daerah dan provinsi, sehingga proses realisasi investasi lebih adaptif terhadap kondisi lokal.
PMDN juga menjadi penyerap tenaga kerja lokal terbesar, yakni 9.799 tenaga kerja lokal (TKI) dan 3 tenaga kerja asing (TKA). Khususnya pada sektor perdagangan, jasa, dan transportasi. Pihaknya menilai PMDN sebagai fondasi utama stabilitas ekonomi daerah. (*)
Editor : Duito Susanto