KALTIMPOST.ID, Harga emas batangan yang dipasarkan melalui Pegadaian pada Senin 16 Februari 2026, terpantau tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya pada hari Minggu (15/2).
Setelah sempat mencatat kenaikan signifikan pada pekan lalu, hari ini harga emas cenderung bergerak stabil.
Berdasarkan pantauan dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas UBS per gram hari ini tercatat Rp 2.998.000.
Angka tersebut sama dengan harga pada hari sebelumnya, menandakan belum adanya pergerakan lanjutan di awal pekan.
Stabilnya harga juga berlaku pada berbagai varian berat emas UBS lainnya yang masih diperdagangkan pada level yang sama tanpa penyesuaian.
Kondisi serupa terjadi pada emas Galeri24. Produk emas keluaran Galeri24 juga tercatat tidak mengalami perubahan harga dan masih bertahan di Rp 2.981.000 per gram.
Seluruh varian ukuran emas Galeri24 hari ini juga berada pada posisi stabil, mengikuti pola pergerakan emas UBS yang cenderung datar setelah sebelumnya mengalami lonjakan.
Berikut Daftar Harga emas Pegadaian hari Senin, 16 Februari 2026
Harga Emas UBS:
0,5 gram: Rp 1.620.000
1 gram: Rp 2.998.000
2 gram: Rp 5.949.000
5 gram: Rp 14.698.000
10 gram: Rp 29.242.000
25 gram: Rp 72.960.000
50 gram: Rp 145.620.000
100 gram: Rp 291.125.000
250 gram: Rp 727.598.000
500 gram: Rp 1.453.487.000
1.000 gram : -
Harga Emas Galeri24:
0,5 gram: Rp 1.564.000
1 gram: Rp 2.981.000
2 gram: Rp 5.890.000
5 gram: Rp 14.618.000
10 gram: Rp 29.159.000
25 gram: Rp 72.505.000
50 gram: Rp 144.894.000
100 gram: Rp 289.645.000
250 gram: Rp 722.334.000
500 gram: Rp 1.444.667.000
1.000 gram: Rp 2.889.334.000
Tak hanya emas fisik, Pegadaian selalu memperbarui harga harian Tabungan Emas, yang menjadi alternatif investasi digital bagi masyarakat. Layanan ini memungkinkan nasabah membeli emas mulai dari nominal terkecil.
Berikut harga Tabungan Emas Pegadaian hari ini:
- Beli emas (top-up): Rp 28.830 per 0,01 gram
- Jual emas (buyback): Rp 27.820 per 0,01 gram
Harga Tabungan Emas tersebut juga sejalan dengan perubahan pada harga emas fisik di Pegadaian.***
Editor : Dwi Puspitarini