Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kualitas Kemiskinan Kaltim Membaik, Tapi Kesenjangan Desa dan Kota Masih Lebar

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 19 Februari 2026 | 13:24 WIB
TURUN: Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 0,878 menjadi 0,833. Indeks Keparahan Kemiskinan juga turun dari 0,222 menjadi 0,183.
TURUN: Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 0,878 menjadi 0,833. Indeks Keparahan Kemiskinan juga turun dari 0,222 menjadi 0,183.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kemiskinan tak hanya soal berapa banyak orang yang miskin, tetapi juga seberapa jauh jarak pengeluaran mereka dari garis kemiskinan. Pada September 2025, dua indikator kualitas kemiskinan di Kaltim menunjukkan perbaikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada periode Maret 2025-September 2025, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami penurunan.

Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 0,878 pada Maret 2025 menjadi 0,833 pada September 2025. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0,222 menjadi 0,183.

“Indeks kedalaman kemiskinan adalah ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Indeks keparahan kemiskinan memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran antar penduduk miskin,” jelas Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai.

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa rata-rata jarak pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin menyempit, dan ketimpangan di antara kelompok miskin juga berkurang.

Namun, jika dilihat berdasarkan wilayah, perdesaan masih menghadapi tekanan lebih besar. Pada September 2025, nilai P1 di perkotaan sebesar 0,591, sedangkan di perdesaan mencapai 1,392. Untuk P2, perkotaan sebesar 0,111 dan perdesaan 0,348.

Artinya, meskipun kualitas kemiskinan membaik secara agregat, kesenjangan struktural antara desa dan kota masih lebar. Penduduk miskin di desa rata-rata memiliki jarak pengeluaran lebih jauh dari garis kemiskinan dibandingkan warga kota.

Dia menegaskan bahwa indikator itu penting untuk melihat efektivitas program pengentasan kemiskinan. Penurunan P1 dan P2 menjadi sinyal positif, tetapi upaya pengurangan ketimpangan wilayah tetap menjadi pekerjaan rumah besar. (*)

Editor : Duito Susanto
#BPS KALTIM #penduduk miskin #kaltim #tingkat kemiskinan #pengentasan kemiskinan #Masud Rifai