KALTIMPOST.ID-Momentum Ramadan kembali dimanfaatkan sektor perbankan syariah untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan BSI Fest Ramadan 2026 sebagai ajang yang tidak hanya bernuansa religi.
Tetapi juga dirancang menjadi penggerak transaksi ritel dan pemberdayaan pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
Festival yang berlangsung di sembilan kota besar itu dimulai dari Surabaya pada 19 Februari 2026 dan berlanjut ke sejumlah kota lain seperti Jogjakarta, Jakarta, Medan, Palembang, Makassar, Balikpapan hingga Bandung.
Kegiatan tersebut memadukan layanan perbankan, edukasi keuangan syariah, bazar UMKM, hingga hiburan religi yang menyasar keluarga dan generasi muda.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy menjelaskan, Ramadan menjadi periode strategis karena konsumsi masyarakat meningkat signifikan.
Melalui konsep festival, BSI ingin memperluas inklusi keuangan sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitar lokasi acara.
“Melalui tema Langkah Emas, kami ingin masyarakat tidak hanya fokus pada ibadah, tetapi juga mulai merencanakan keuangan secara lebih matang. Festival ini kami desain agar memberi dampak langsung terhadap transaksi ritel dan ekonomi masyarakat,” jelas Erwan.
Ia menambahkan, kehadiran UMKM binaan di setiap kota diharapkan menciptakan efek berganda terhadap perekonomian lokal.
Pengunjung tidak hanya memperoleh layanan finansial, tetapi juga berbelanja produk lokal sehingga memperkuat rantai ekonomi daerah.
Area Manager BSI Kaltimtara Andhi Asni menilai kegiatan tersebut memberi ruang promosi yang luas bagi pelaku usaha lokal.
Menurutnya, kehadiran festival di kota-kota seperti Balikpapan menjadi peluang meningkatkan daya beli masyarakat selama Ramadan.
“Kegiatan ini membawa aktivitas ekonomi langsung ke tengah masyarakat. UMKM mendapat panggung, transaksi meningkat, dan ekonomi daerah ikut bergerak,” katanya. (rd)
Editor : Romdani.