Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga Beras Mahakam Ulu Sempat Rp1 Juta per Sak, DPPKUKM Kaltim Turun Tangan

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 20 Februari 2026 | 09:01 WIB

Kunci stabilitas bukan sekadar menindak pelanggaran, tapi menjamin stok tetap aman.
Kunci stabilitas bukan sekadar menindak pelanggaran, tapi menjamin stok tetap aman.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ramadan identik dengan lonjakan konsumsi. Permintaan naik, harga pun rawan terdorong. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tak ingin kecolongan menghadapi situasi tersebut.

Sejak jauh hari, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Kaltim bersama Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan turun langsung ke lapangan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan harga sesuai ketentuan dan pasokan tetap aman.

Petugas Pengawas Barang dan Jasa DPPKUKM Kaltim, Gunadi, menegaskan pengawasan menyasar seluruh kabupaten dan kota. Ia menyebut tim telah berkeliling ke sejumlah daerah, seperti Bontang, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Samarinda.

Baca Juga: Persebaya Surabaya vs Persijap Jepara Memanas, Francisco Rivera Bilang Begini Jelang Laga Tandang

Fokus pengawasan tertuju pada komoditas utama, seperti beras, cabai, dan daging. Ketersediaan stok dan kesesuaian harga acuan pemerintah menjadi perhatian utama.

Menurut Gunadi, menjaga stabilitas harga bukan hanya soal penindakan pelanggaran. Yang lebih penting adalah memastikan pasokan tetap cukup, terutama menjelang Hari Keagamaan Besar Nasional.

Pemantauan dilakukan setiap hari di pasar tradisional yang tergabung dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), seperti Pasar Segiri dan Pasar Merdeka di Samarinda, serta pasar induk di kabupaten dan kota lainnya.

Baca Juga: Pemprov Kaltim Resmi Terapkan Kebijakan WFA Setiap Jumat

Komoditas pemicu inflasi, mulai dari beras, minyak goreng, hingga cabai, dipantau secara rutin. Jika terjadi kenaikan signifikan, DPPKUKM segera berkoordinasi dengan Bulog dan distributor untuk menambah pasokan.

Respons cepat itu pernah dilakukan di Mahakam Ulu. Di wilayah perbatasan tersebut, harga beras sempat menembus Rp1 juta per sak ukuran 25 kilogram.

Pemerintah pun langsung turun tangan dengan mengirim tambahan beras dan minyak goreng guna menekan lonjakan harga dan menjaga ketersediaan barang.

Baca Juga: Cek Bansos 2026 Cukup dari Rumah! Ini Cara Mudahnya dan Lihat Peringkat Desil Anda

Menjelang Ramadan, seluruh kabupaten dan kota di Kaltim juga menggelar gerakan pasar murah dan operasi pasar murah. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam gejolak harga.

Gunadi mengimbau masyarakat tetap bijak saat berbelanja. Ia meminta warga membeli sesuai kebutuhan dan tidak tergiur potongan harga yang berlebihan. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#DPPKUKM Kaltim #Satgas Saber Pangan #pasar murah ramadan #SP2KP #harga beras Mahakam Ulu