Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

ASN IKN Dorong Kinerja Sektor Ritel di Kaltim

Ulil Mu'Awanah • Senin, 23 Februari 2026 | 19:55 WIB

REKREASI: Sebanyak 1.200 ASN yang aktif bekerja di IKN membawa efek berantai terhadap pertumbuhan konsumsi di kota sekitar, termasuk Balikpapan.
REKREASI: Sebanyak 1.200 ASN yang aktif bekerja di IKN membawa efek berantai terhadap pertumbuhan konsumsi di kota sekitar, termasuk Balikpapan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan dampak konkret terhadap sektor perdagangan di Kaltim, khususnya di Balikpapan sebagai kota penyangga utama.

Aktivitas pusat perbelanjaan mengalami peningkatan seiring bertambahnya mobilitas masyarakat dan kehadiran aparatur sipil negara (ASN) yang mulai bertugas di kawasan IKN.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kaltim, Aries Adriyanto mengatakan, saat ini sekitar 1.200 ASN telah aktif bekerja di wilayah IKN.

Kehadiran mereka membawa efek berantai terhadap pertumbuhan konsumsi di kota sekitar, termasuk Balikpapan. “Saat ini ASN di IKN sudah ada sekitar 1.200 orang. Itu ikut menambah mobilitas dan konsumsi di Balikpapan,” bebernya, Senin (23/2).

Menurut Aries, peningkatan populasi sementara tersebut menjadi variabel penting dalam menggerakkan sektor ritel. Tidak hanya belanja kebutuhan harian, aktivitas rekreasi dan sosial juga ikut meningkat karena pendatang baru membutuhkan ruang interaksi.

Ia menilai kepastian pemerintah dalam melanjutkan proyek IKN turut memperkuat kepercayaan pelaku usaha. Isu stagnasi pembangunan yang sempat beredar sebelumnya tidak terbukti, sehingga optimisme pasar kembali tumbuh.

“Orang merasa lebih aman karena pemerintah serius melanjutkan IKN. Optimisme itu terasa di sektor ritel,” katanya.

Dampaknya terlihat dari stabilnya tingkat okupansi pusat perbelanjaan serta peningkatan performa sejumlah mal, termasuk Plaza Balikpapan yang mencatat tren kunjungan lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Mal kini tidak lagi sekadar tempat transaksi, melainkan ruang sosial bagi komunitas baru yang terbentuk akibat mobilitas pekerja lintas daerah.

Berbagai agenda promosi dan event juga semakin aktif digelar guna menjaga momentum pertumbuhan tersebut. Pengelola memberikan fleksibilitas kepada tenant dalam menentukan strategi promosi agar tetap relevan dengan karakter pasar.

Dengan kombinasi pertumbuhan penduduk, mobilitas ASN, serta keberlanjutan pembangunan IKN, sektor pusat perbelanjaan di Kaltim diproyeksikan tetap tumbuh sepanjang 2026 dan menjadi indikator awal geliat ekonomi kawasan penyangga ibu kota baru.

“Kami tidak bisa memaksakan besaran diskon, tapi rata-rata tenant memberikan potongan harga cukup besar agar daya beli tetap terjaga,” jelas Aries.

Untuk menjaga tren positif, pria yang juga menjabat sebagai General manager Plaza Balikpapan ini menggelar program Ramadan bertema Glorious Season yang berlangsung hingga 31 Maret 2026.

Berbagai kegiatan disiapkan, mulai Latenite Shopping dengan diskon hingga 80 persen, Kids Activity, Nasyid Competition, hingga pertunjukan Clown Show bagi keluarga.

Pengelola berharap kombinasi hiburan, promosi, dan aktivitas komunitas mampu mempertahankan daya tarik mal sepanjang periode Ramadan, yang secara tradisional menjadi salah satu musim belanja terbesar setiap tahun.

Aries menambahkan, strategi menghadirkan event tematik secara berkelanjutan menjadi pendekatan agar pusat perbelanjaan tetap relevan di tengah persaingan gaya hidup digital.

"Dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap berbagai program tersebut, pusat perbelanjaan di Balikpapan optimistis tren kunjungan akan terus meningkat, sekaligus memperkuat posisi kota sebagai pusat aktivitas ekonomi dan gaya hidup di kawasan penyangga IKN," tuturnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#mal #asn #ASN IKN #IKN #sektor perdagangan #pusat perbelanjaan #kunjungan