KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Lonjakan minat masyarakat menukar uang jelang Ramadan kembali terlihat di Kalimantan Timur. Layanan digital melalui platform PINTAR milik Bank Indonesia (BI) kembali menjadi pilihan utama.
Meski sempat dikeluhkan karena antrean panjang saat pendaftaran dibuka, sistem tahun ini dinilai jauh lebih stabil dibanding masa awal peluncuran.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, menegaskan bahwa PINTAR kini memasuki tahun ketiga penggunaan. Sistemnya terus diperbarui untuk mengantisipasi lonjakan akses dari seluruh Indonesia.
Baca Juga: Layanan Sedot Tinja DLH PPU Terhenti, Armada Rusak Berat sejak Awal 2026
“Teman-teman di BI Jakarta terus melakukan pembenahan agar layanan ini berjalan lancar dan normal. Memang sistemnya hitung mundur, masuk dan tunggu antrean,” ujarnya.
Ia menjelaskan, antrean yang terjadi saat ini merupakan antrean sistem, bukan gangguan. Hal tersebut karena pembukaan kuota dilakukan serentak secara nasional.
“Tidak langsung saat pemesan melakukan pemesanan itu sudah dapat. Karena dibukanya seluruh Indonesia, tidak hanya di Kalimantan Timur. Aplikasi ini bisa diakses seluruh masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Di Kaltim, yang mencakup tujuh wilayah kerja—Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Berau—BI menyiapkan total 19.900 paket penukaran. Setiap paket senilai Rp5,3 juta uang baru, terdiri atas pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu masing-masing 50 bilyet, serta Rp10 ribu, Rp5 ribu, Rp2 ribu, dan Rp1 ribu masing-masing 100 bilyet.
Pada tahap pertama, 14 Februari lalu, sekitar 3.000 paket telah terdistribusi. Sementara tahap kedua yang dibuka 27 Februari pagi menyediakan sekitar 14.500 paket.
“Memang antre untuk masuk ke layanannya, tapi lebih baik dibanding satu atau dua tahun lalu yang sistemnya sempat mengalami kendala,” tambahnya.
Secara keseluruhan, BI Kaltim menyiapkan uang layak edar sebesar Rp2,18 triliun, meningkat 19,17 persen dibanding realisasi tahun sebelumnya. Namun, penukaran melalui kanal PINTAR hanya sekitar Rp105 miliar atau sekitar 5 persen dari total tersebut.
“Artinya, sekitar 95 persen didistribusikan melalui perbankan. Jadi masyarakat juga punya kesempatan melakukan penukaran uang layak edar di bank-bank yang ada di Kaltim,” tegas Jajang.
Baca Juga: Peluang Baru saat Ramadan Bagi Pengusaha Kuliner, Ikut Suplai MBG hingga Ribuan Porsi
Untuk mendukung kelancaran distribusi, BI menggandeng 30 lembaga perbankan di tujuh kabupaten/kota. Dengan skema kombinasi digital dan perbankan ini, kebutuhan uang pecahan selama Ramadan dan Idulfitri diharapkan tetap terpenuhi tanpa hambatan berarti. (*)
Editor : Ery Supriyadi