KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Selain mencatat inflasi tahunan, Badan Pusat Statistik (BPS) juga melaporkan kenaikan harga secara bulanan pada Februari 2026. Tingkat inflasi month to month (mtm) Februari 2026 yakni 0,60 persen.
"Tingkat inflasi month to month (mtm) Februari 2026 sebesar 0,60 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) Februari 2026 sebesar 0,64 persen," papar Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai, Senin (2/3). Secara provinsi, IHK Februari 2026 tercatat 110,50 dengan inflasi mtm sebesar 0,60 persen.
Jika dirinci per daerah, inflasi bulanan tertinggi terjadi di Penajam Paser Utara yaitu 0,89 persen dengan IHK 110,09. Disusul Balikpapan yakni 0,75 persen dengan IHK 110,76. Samarinda mencatat inflasi 0,56 persen dengan IHK 110,43. Sementara Berau mengalami inflasi 0,15 persen dengan IHK 110,11.
Inflasi mtm pada Februari 2026 didorong oleh sejumlah komoditas utama. "Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi mtm antara lain emas perhiasan, angkutan udara, cabai rawit, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, ikan layang/ikan benggol, buncis, tomat, kangkung, ketimun, kacang panjang, tissu, telepon seluler, ikan bandeng/ikan bolu, kue basah, roti manis, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, pembalut wanita, beras, dan sepeda motor," beber Mas'ud.
Sebaliknya, komoditas yang memberikan andil deflasi mtm antara lain baju muslim wanita, baju muslim anak, dan pengharum cucian/pelembut. Selain inflasi bulanan, BPS juga mencatat tingkat inflasi year to date (ytd) Februari 2026 sebesar 0,64 persen. Sebagai perbandingan, tingkat deflasi ytd Februari 2025 sebesar 1,24 dan tingkat inflasi ytd Januari 2024 sebesar 0,51 persen.
Dengan inflasi bulanan 0,60 persen, pergerakan harga pada Februari menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan Januari 2026, sejalan dengan dinamika harga sejumlah komoditas pangan dan jasa. (*)
Editor : Ismet Rifani