Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Penyaluran KUR di Kaltim Turun 14,85 Persen, DJPb Catat Debitur Ikut Menyusut

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 6 Maret 2026 | 09:37 WIB

Realisasi penyaluran KUR melambat pada 2025, tercatat Rp4,07 triliun. Secara jumlah debitur juga turun 23,4 persen dibanding 2024.
Realisasi penyaluran KUR melambat pada 2025, tercatat Rp4,07 triliun. Secara jumlah debitur juga turun 23,4 persen dibanding 2024.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Timur sepanjang 2025 menunjukkan perlambatan. Realisasi pembiayaan tercatat sebesar Rp4,07 triliun.

Angka tersebut mengalami kontraksi sebesar 14,85 persen dibandingkan realisasi pada 2024.

Penurunan tidak hanya terjadi dari sisi nominal penyaluran. Jumlah debitur penerima KUR juga mengalami penurunan cukup signifikan.

Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 52.780 debitur menerima KUR di Kalimantan Timur. Jumlah ini turun 23,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kaltim Edih Mulyadi menjelaskan, tren penurunan terlihat jika dibandingkan dengan capaian pada 2024.

Baca Juga: Blak-blakan Annisa Hadiyanti: Sebut Karakter Umma di Nussa Terinspirasi Selingkuhan Mantan Suami

“Kalau kita bandingkan antara 2025 dan 2024 terjadi penurunan 14,85 persen. Kemudian jumlah debitur yang mendapatkan KUR yaitu 52.780 orang dan angka ini juga turun 23,4 persen,” jelasnya.

Dari sisi skema pembiayaan, KUR mikro masih menjadi yang paling dominan. Jumlah debitur pada skema ini mencapai 46.260 orang dengan total penyaluran sekitar Rp2,5 triliun, atau lebih dari separuh total KUR di Kaltim.

Sementara itu, skema kredit kecil menempati posisi kedua dengan nilai penyaluran Rp1,3 triliun kepada 5.578 debitur.

Selain dua skema utama tersebut, terdapat pula KUR khusus. Di antaranya kredit supply rumah sebesar Rp43,399 miliar dan demand rumah Rp39,33 miliar.

Kemudian, KUR super mikro tercatat sebesar Rp7,11 miliar. Pemerintah juga menyediakan skema KUR untuk Tenaga Kerja Indonesia sebagai fasilitas pembiayaan bagi calon pekerja migran.

Baca Juga: Ketika Konflik Global Mengusik Emosi Publik

Memasuki 2026, plafon KUR yang disediakan bagi Kalimantan Timur mencapai Rp4,098 triliun untuk skema konvensional. Target penerimanya diperkirakan lebih dari 20 ribu debitur.

“Rinciannya, super mikro ditargetkan 99 debitur, mikro 18.305 debitur, dan skema lainnya termasuk penyaluran tambahan sekitar 2.000 debitur,” lanjut Edih.

Selain itu, KUR syariah memiliki plafon sebesar Rp504,47 miliar dengan target sebanyak 2.315 debitur.

Pemerintah juga menargetkan debitur graduasi sebanyak 17.294 pelaku usaha. Graduasi ini merujuk pada pelaku UMKM yang berhasil naik kelas dari skema pembiayaan awal menuju pembiayaan dengan nilai yang lebih besar.

Edih menegaskan, KUR tetap menjadi instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan UMKM di daerah.

“Skema mikro memang menjadi jenis yang paling dominan baik dari sisi jumlah debitur maupun nilai yang disalurkan,” ujarnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#UMKM Kaltim #KUR Kaltim 2025 #DJPb Kaltim #penyaluran KUR Kalimantan Timur