Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tiongkok Masih Dominasi Impor Nonmigas Kaltim, Kontribusinya Tembus 32,43 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 6 Maret 2026 | 16:47 WIB

KONTRIBUSI: Nilai impor Tiongkok turun USD3,72 juta pada Januari, namun kontribusinya terhadap total impor tetap paling besar.
KONTRIBUSI: Nilai impor Tiongkok turun USD3,72 juta pada Januari, namun kontribusinya terhadap total impor tetap paling besar.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Struktur impor nonmigas Kalimantan Timur masih didominasi oleh sejumlah negara mitra dagang utama, dengan Tiongkok menempati posisi teratas sebagai pemasok terbesar.

Meski demikian, secara keseluruhan nilai impor nonmigas dari negara utama pada Januari 2026 justru mengalami penurunan.

“Total nilai impor nonmigas dari 13 negara utama pada Januari 2026 tercatat USD45,87 juta atau turun USD3,70 juta (7,46 persen). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang mencapai USD49,57 juta,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh berkurangnya impor dari sejumlah negara pemasok utama. Tiongkok, yang selama ini menjadi mitra impor terbesar Kaltim, mengalami penurunan nilai impor yang cukup signifikan.

Nilai impor nonmigas dari negara tersebut yakni USD17,33 juta pada Januari 2026 atau turun USD3,72 juta dibandingkan bulan sebelumnya. Meski turun, kontribusi Tiongkok terhadap total impor nonmigas Kaltim tetap paling besar.

“Dilihat dari peranannya terhadap total impor nonmigas pada Januari 2026, kontribusi terbesar negara asal barang didominasi oleh Tiongkok yaitu USD17,32 juta dengan peranan 32,43 persen,” jelas Mas’ud.

Di posisi kedua terdapat Amerika Serikat dengan nilai impor USD5,85 juta atau berkontribusi sekitar 10,94 persen terhadap total impor nonmigas. Nilai tersebut relatif stabil dibandingkan Desember 2025.

Sementara itu, Malaysia menempati posisi ketiga dengan nilai impor mencapai USD3,52 juta atau sekitar 6,58 persen dari total impor nonmigas. Berbeda dengan sebagian negara lain, impor dari Malaysia justru mengalami peningkatan cukup signifikan. Secara bulanan, impor nonmigas dari Malaysia melonjak 300 persen dibandingkan Desember 2025 yang hanya USD0,88 juta.

Selain Malaysia, beberapa negara lain juga mencatat kenaikan impor, seperti Australia yang naik dari USD0,72 juta menjadi USD1,76 juta atau meningkat 144,44 persen. Meksiko juga mengalami kenaikan dari USD0,77 juta menjadi USD0,93 juta atau tumbuh 20,78 persen.

Di sisi lain, penurunan impor juga terjadi dari sejumlah negara lain seperti Jepang, Jerman, India, dan Korea Selatan. Impor dari Jepang tercatat turun dari USD4,43 juta menjadi USD1,89 juta atau menyusut 57,34 persen.

Jika dilihat berdasarkan kelompok kawasan, kontribusi negara-negara ASEAN terhadap impor nonmigas Kaltim pada Januari 2026 tercatat USD12,26 juta atau sekitar 22,95 persen dari total impor nonmigas. Sementara itu, negara-negara Uni Eropa menyumbang impor USD9,88 juta dengan kontribusi sekitar 18,49 persen. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pemasok #Nonmigas #tiongkok #impor #kaltim #kalimantan timur