KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Ketidakpastian global yang dipicu dinamika geopolitik di Timur Tengah mulai dirasakan pelaku usaha di daerah, termasuk Kaltim.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kaltim Ernawaty Gafar menilai situasi internasional saat ini berpotensi memberi tekanan besar terhadap aktivitas ekonomi nasional hingga ke daerah.
Menurutnya, kondisi global yang tidak stabil berdampak langsung terhadap rantai pasok, pertumbuhan ekonomi, hingga ketersediaan pangan dan energi. Ia menyebut para pelaku usaha harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan.
“Kalau berkaitan dengan keadaan sekarang, kita memang lagi mengalami masa yang ibaratnya negara-negara sedang tegang. Efeknya luar biasa, pertumbuhan ekonomi juga akan terpengaruh, termasuk cadangan pangan dan bahan-bahan kebutuhan lainnya,” kata Ernawaty, Selasa (10/3).
Ia menjelaskan, dalam situasi seperti ini pengusaha dituntut mampu menjaga stabilitas usaha melalui pengelolaan stok, efisiensi operasional, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika pasar. Apalagi saat ini pemerintah tengah mendorong efisiensi di berbagai sektor yang turut memengaruhi dunia usaha.
“Di sinilah peran kita sebagai pengusaha untuk mewaspadai. Kita harus bisa menjaga stok yang ada dan beradaptasi dengan keadaan sekarang. Walaupun negara kita sudah mengalami efisiensi, kita juga harus siap,” ucapnya.
Ernawaty menambahkan, tantangan terbesar pelaku usaha bukan hanya menjaga keberlangsungan bisnis, tetapi juga memastikan kesejahteraan pekerja tetap terjaga. Menurutnya, pemutusan hubungan kerja bukan pilihan mudah di tengah situasi yang serba tidak pasti.
“Ini tugas berat bagi pengusaha karena kita punya karyawan yang tetap harus dihidupkan. Mereka harus tetap digaji, tidak mungkin dalam keadaan seperti ini kita berhentikan,” ujarnya.
Iwapi Kaltim juga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis untuk meredam dampak yang berpotensi meluas hingga daerah. "Kami berharap kebijakan yang tepat akan membantu pelaku usaha tetap bertahan di tengah tekanan global yang semakin kompleks," pesannya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo