Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perlu Diantisipasi, Arus Barang Domestik Menyusut

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 24 Maret 2026 | 05:40 WIB

MENURUN: Pergerakan barang dalam negeri di pelabuhan Semayang dan Peti Kemas Kariangau Balikpapan tercatat sebesar 188.413 ton, turun 24,69 persen dibandingkan Desember 2025.
MENURUN: Pergerakan barang dalam negeri di pelabuhan Semayang dan Peti Kemas Kariangau Balikpapan tercatat sebesar 188.413 ton, turun 24,69 persen dibandingkan Desember 2025.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pergerakan barang dalam negeri di pelabuhan Semayang dan Peti Kemas Kariangau Balikpapan tercatat sebesar 188.413 ton, turun 24,69 persen dibandingkan Desember 2025. Data ini menunjukkan adanya perlambatan distribusi barang domestik melalui jalur laut di Balikpapan.

Aktivitas bongkar muat barang dalam negeri di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau Balikpapan mengalami penurunan pada Januari 2026. Total barang yang dibongkar tercatat sebesar 168.187 ton atau turun 28,57 persen dibandingkan Desember 2025. Secara tahunan, penurunan mencapai 21,65 persen.

Begitupun aktivitas muat barang juga mengalami kontraksi kata Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama. Volume barang yang dimuat hanya mencapai 20.226 ton atau turun 29,31 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan Januari 2025, penurunan bahkan lebih dalam, mencapai 43,08 persen.

Penurunan ini kata Marinda mencerminkan melemahnya aktivitas distribusi dalam negeri pada awal tahun. “Penurunan pada bongkar dan muat barang menunjukkan adanya perlambatan aktivitas ekonomi domestik, khususnya yang bergantung pada transportasi laut,” katanya.

Menurutnya, awal tahun memang kerap diwarnai dengan penyesuaian aktivitas logistik setelah periode akhir tahun. “Biasanya setelah puncak aktivitas di akhir tahun, terjadi penurunan pada Januari karena adanya penyesuaian stok dan distribusi,” jelas Marinda.

Namun demikian, penurunan yang cukup dalam tetap menjadi perhatian. Kondisi ini dapat berdampak pada rantai pasok serta ketersediaan barang di berbagai sektor. Marinda menambahkan bahwa pemantauan terhadap tren ini akan terus dilakukan.

Pelaku usaha logistik dan distribusi diharapkan dapat mengantisipasi perubahan ini dengan strategi yang lebih adaptif, guna menjaga kelancaran arus barang di tengah dinamika ekonomi.

“Kami akan melihat perkembangan pada bulan-bulan berikutnya untuk memastikan apakah ini hanya faktor musiman atau ada tren perlambatan yang lebih panjang,” ujarnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Pelabuhan Peti Kemas Kariangau #bongkar muat #pergerakan barang #dalam negeri #pelabuhan semayang