KALTIMPOST.ID-Sektor pariwisata Balikpapan menunjukkan ketahanan dengan masih tingginya kunjungan wisatawan, khususnya dari lokal hingga kawasan Asia Tenggara.
Data terbaru menunjukkan bahwa wisatawan dari negara seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam turut berkunjung ke kota ini.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma menyebut faktor konektivitas penerbangan langsung menjadi alasan hadirnya wisatawan ASEAN di Kota Minyak.
“Yang terbanyak saat ini memang dari Malaysia, Singapura, dan Brunei. Karena penerbangan langsung tersedia, jadi akses mereka lebih mudah,” sebutnya.
Ia menambahkan, jumlah wisatawan asing pada awal tahun menunjukkan tren positif. Pada Januari saja, tercatat sekitar 800 wisatawan masuk melalui jalur visa, belum termasuk yang datang melalui penerbangan domestik dari Jakarta.
Secara keseluruhan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Balikpapan telah mencapai sekitar 5.000 orang. Mereka datang dengan berbagai tujuan, mulai wisata alam, penelitian, hingga kunjungan kerja.
“Wisata alam seperti mangrove dan hutan lindung sangat diminati. Ada juga yang datang untuk riset, selain wisatawan yang bekerja tapi tetap menikmati kuliner dan budaya,” ujarnya.
Meski demikian, kunjungan dari kawasan Timur Tengah dan beberapa negara lain masih tergolong rendah. Hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk memperluas pasar wisatawan internasional.
Selain itu, tantangan global seperti gangguan penerbangan internasional juga turut memengaruhi mobilitas wisatawan.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk memastikan kondisi tetap kondusif.
“Kami tetap optimistis. Yang penting kita terus jaga pelayanan dan promosi, serta memastikan wisatawan merasa aman dan nyaman,” tambahnya.
Dengan dukungan pasar regional yang kuat, Balikpapan dinilai memiliki peluang besar untuk terus mengembangkan sektor pariwisatanya sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
“Balikpapan dengan keberagaman wisatanya yang terus tumbuh kita harap bisa semakin dilirik. Tidak hanya investor tapi juga wisatawan Nusantara maupun asing,” tuturnya. (rd)
Editor : Romdani.