KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Momentum libur Lebaran membawa berkah bagi pelaku usaha di kawasan pesisir Balikpapan. Lonjakan kunjungan wisatawan ke Pantai Manggar mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam waktu singkat, jumlah wisatawan bahkan meningkat drastis hingga lebih dari lima kali lipat dalam sehari. Kondisi ini langsung berdampak pada meningkatnya transaksi perdagangan di kawasan wisata.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, menegaskan bahwa fenomena tersebut menjadi bukti nyata kuatnya peran sektor pariwisata dalam menggerakkan ekonomi rakyat.
“Kegiatan di destinasi itu bukan hanya hiburan, tapi juga menggerakkan pelaku usaha, terutama UMKM,” ujarnya.
Menurut Ratih, pemerintah kota terus mendorong agar pengembangan destinasi wisata terintegrasi dengan sektor ekonomi kreatif. Mulai dari kuliner, seni pertunjukan, hingga hiburan rakyat menjadi bagian penting dalam menarik minat pengunjung sekaligus meningkatkan daya beli.
Konsep ini, lanjut dia, telah mulai diterapkan di berbagai kegiatan tingkat kecamatan. Di dalamnya, pengunjung tidak hanya menikmati suasana wisata, tetapi juga terdorong untuk berbelanja produk lokal.
“Nah, di situ ada kulinernya, UMKM-nya, ada hiburannya. Jadi masyarakat tidak hanya datang, tapi juga berbelanja,” jelasnya.
Dengan pendekatan tersebut, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata diharapkan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat. Tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi menyebar ke berbagai titik pengembangan ekonomi.
Ke depan, Pemkot Balikpapan berencana memperkuat fasilitas dan penataan kawasan wisata. Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya tarik destinasi, terutama di tengah persaingan dengan destinasi baru yang terus bermunculan.
“Kita terus mendorong sinergitas agar pariwisata dan ekonomi kreatif bisa semakin tumbuh kuat bersama-sama,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo