KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Upaya menjadikan Balikpapan sebagai Kota Layak Anak (KLA) mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Tanoto Foundation yang mulai memperkuat perannya melalui kolaborasi dengan pemerintah kota.
Regional Lead Kalimantan Tanoto Foundation, Roselina Ping Juan, mengungkapkan keterlibatan pihaknya berawal dari diskusi bersama Pemkot Balikpapan pada 2024 lalu.
“Kami mulai dari pembicaraan di 2024, melihat apa yang bisa kami support untuk program-program di Balikpapan. Karena bagi kami tanpa dukungan pemerintah daerah, program tidak akan berjalan maksimal,” ujarnya, Senin (30/3).
Menurut Ping, sejak awal pihaknya melihat keseriusan Pemerintah Kota Balikpapan dalam mendorong program KLA. Hal ini menjadi pertimbangan utama sebelum akhirnya memutuskan terlibat lebih jauh.
Kolaborasi kemudian berkembang melalui berbagai forum bersama perangkat daerah, seperti Bappeda Balikpapan dan DP3KB Balikpapan.
Dari sinilah Tanoto Foundation mulai mengidentifikasi sejumlah celah program yang dapat diperkuat, terutama pada klaster layanan anak.
Ping menilai, Balikpapan memiliki keunggulan dibandingkan daerah lain dari sisi komitmen dan keaktifan dalam mendorong kota ramah anak. Hal ini tercermin dari integrasi isu anak dalam dokumen perencanaan daerah, seperti RPJM.
“Kami melihat keseriusan Balikpapan dalam RPJM terhadap kota layak anak. Itu jadi salah satu dasar kami memilih kota ini,” jelasnya.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah klaster yang perlu diperkuat. Di antaranya layanan interaktif dan pengasuhan berbasis komunitas.
Dengan pengalaman di bidang tersebut, Tanoto Foundation optimistis dapat memberikan kontribusi nyata melalui pendekatan kolaboratif.
Melalui sinergi ini, program yang dijalankan diharapkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu membangun ekosistem berkelanjutan bagi tumbuh kembang anak di Balikpapan.
“Tujuan kami bukan hanya hadir, tetapi memastikan ada perubahan sistem yang berdampak bagi anak-anak,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo