KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Di tengah tekanan okupansi hotel, pasar domestik justru tampil sebagai penyelamat. Data terbaru menunjukkan tamu nusantara semakin mendominasi dan menjadi penopang utama industri perhotelan Balikpapan.
Pada Februari 2026, rata-rata lama menginap tamu domestik mencapai 1,82 hari. Angka ini meningkat dibanding bulan sebelumnya sekaligus melampaui capaian tertinggi sepanjang tahun lalu.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama Prianto menegaskan, tren tersebut memperlihatkan peran strategis wisatawan domestik. “Kenaikan lama menginap tamu nusantara menunjukkan kontribusi besar dalam menjaga stabilitas industri perhotelan,” ujarnya.
Jika ditarik setahun terakhir, tren tamu domestik cenderung stabil dan perlahan menguat. Dari kisaran 1,5 hari, kini mendekati dua hari per kunjungan.
Baca Juga: Kebakaran di Kuala Samboja Kukar Hanguskan 3 Rumah, 19 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
Sebaliknya, pergerakan tamu asing masih fluktuatif. Sempat menyentuh puncak 3,76 hari pada April 2025, lama menginap wisatawan mancanegara kini turun menjadi 2,39 hari pada Februari 2026. “Ini menunjukkan pasar asing belum stabil, sementara domestik lebih konsisten,” jelas Marinda.
Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap gabungan juga mengalami peningkatan. Dari 1,59 hari pada Februari 2025 menjadi 1,83 hari di Februari 2026.
Kondisi ini membuka peluang baru bagi pelaku industri pariwisata. Fokus pada pasar domestik dinilai menjadi strategi paling realistis di tengah tantangan penurunan jumlah kunjungan.
Penguatan promosi destinasi lokal, paket wisata, hingga event dinilai menjadi kunci menjaga kinerja sektor perhotelan ke depan. Dengan tren ini, wisata domestik tak sekadar alternatif melainkan tulang punggung utama yang menjaga napas industri tetap hidup. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo