Realisasi APBN Awal Tahun Masih Rendah, Kanwil DJPb Kaltim Minta Satker Percepat Lelang

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 19:26 WIB
PERCEPATAN: DJPb Kaltim mendorong percepatan realisasi belanja APBN di Kaltim. (RORO/KP)
PERCEPATAN: DJPb Kaltim mendorong percepatan realisasi belanja APBN di Kaltim. (RORO/KP)

 

KALTIMPOST,ID, SAMARINDA – Pemerintah terus mendorong percepatan realisasi belanja APBN di Kalimantan Timur agar mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pola serapan anggaran yang cenderung rendah pada awal tahun.

Kepala Kantor Wilayah Direktoran Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kaltim Tjahjo Purnomo mengakui bahwa kondisi tersebut merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun. “Awal tahun memang biasanya realisasi masih rendah karena masih dalam tahap persiapan,” ujarnya.

Menurutnya, rendahnya serapan di awal tahun umumnya disebabkan oleh proses administrasi dan perencanaan kegiatan yang masih berjalan. Selain itu, proses pengadaan barang dan jasa juga kerap menjadi kendala utama dalam percepatan belanja.

Baca Juga: Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi Tetap, Pertamina Ungkap Pemicu Antrean di SPBU Kaltim

“Sehingga [ercepatan pengadaan menjadi kunci karena di situlah biasanya terjadi keterlambatan,” jelasnya. Tjahjo menambahkan, proses pengadaan tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui tahapan yang cukup panjang, mulai dari perencanaan, lelang, hingga pelaksanaan pekerjaan.

“Kalau pengadaan terlambat, maka realisasi belanja juga akan ikut tertunda,” tegasnya. Untuk itu, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan satuan kerja di daerah agar proses pengadaan dapat dipercepat sejak awal tahun.

Baca Juga: Bukan Lewat Lelang, Ternyata Begini Alur Pengadaan Mobil Rp 8,5 Miliar Range Rover Kaltim Melalui E-Katalog

Monitoring dan evaluasi juga dilakukan secara berkala untuk memastikan penyerapan anggaran berjalan sesuai rencana. Dia menekankan bahwa percepatan belanja sangat penting karena memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. “Belanja pemerintah tidak hanya berhenti di pemerintah saja, tapi memberikan efek berantai ke masyarakat,” ujarnya.

Efek tersebut antara lain berupa penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas usaha, hingga perputaran ekonomi di berbagai sektor. Dengan percepatan belanja, pemerintah berharap dana yang telah dialokasikan dalam APBN dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Sumber : Kaltim Post
DJPb Kaltim realisasi APBN