KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Lebaran sudah lewat, tapi efek opor dan rendang dan kayaknya masih terasa sampai sekarang. Kalau perut sudah mulai protes minta yang lebih ringan, Midtown Hotel Samarinda punya jawabannya.
Bulan April ini, Executive Chef Midtown Hotel Samarinda, Yadie Hadie Suwarno, menghadirkan Iga Pindang sebagai menu promo bulanan. Semangkuk kuah bening kekuningan, mengepul hangat dengan potongan iga yang terendam di dalamnya. Ditemani nasi putih, harganya dibanderol Rp 99 ribu nett.
Pindang sendiri bukan makanan asing di lidah Nusantara. Dari berbagai daerah lahir versi masing-masing, tak terkecuali Bumi Etam, dan Midtown coba adopsi itu. "Saya sengaja membuat menu iga pindang yang clear, bening. Jadi segar, ada rasa asem-asemnya. Setelah banyak santan, kita tawarkan makanan yang tidak terlalu berat," kata Chef Yadie.
Baca Juga: BPBD Kaltim Petakan 3 Kabupaten Rawan Karhutla: Kukar, Kutim, dan Berau Masuk Zona Merah
Begitu sendok pertama menyentuh bibir, yang langsung menyapa adalah asam yang segar, bukan asam yang menyengat, tapi asam yang membuka selera. Kuahnya bening kekuningan, dengan ada sedikit rasa pedas dari cabai tapi tetap ringan di tenggorokan, kaya rasa. Sumber asamnya berasal dari perpaduan tomat dan jeruk nipis.
Bumbu dasarnya sederhana, ada bawang merah, bawang putih, kemiri, dan kunyit. Yang membedakan adalah kunyitnya dibakar lebih dulu sebelum dihaluskan. Tips ini, menghasilkan aroma yang jauh lebih wangi dan dalam, menghilangkan kesan mentah atau langu. "Kunyitnya harus dibakar biar aromanya wangi dan tidak langu. Itu yang bikin beda," ujar Chef Yadie.
Bumbunya kemudian ditumis perlahan dengan sedikit minyak, dimasak pelan-pelan hingga semua aroma keluar sempurna. Proses yang butuh kesabaran, tapi hasilnya terbayar di setiap tegukan.
Baca Juga: Gudang Beras 1.000 Ton Bakal Dibangun di Kubar, Pemkab dan Bulog Tinjau Lahan di Ngenyan Asa
Soal iganya, jangan khawatir soal keras. Midtown pakai iga impor yang dimasaknya dengan teknik api kecil yang membuat kaldu tetap bening dan jernih, tidak keruh seperti kalau dimasak dengan api besar yang memaksa sumsum tulang keluar terlalu cepat.
Hasilnya, daging di bagian iga itu luruh begitu saja. Tidak perlu usaha ekstra untuk mengunyah. Meski berasal dari bagian bertulang, dagingnya sangat lembut dan mudah lepas. Dalam satu porsi, iganya bisa mencapai 300 hingga 350 gram perporsi yang cukup mengenyangkan tanpa membuat perut terasa berat setelahnya.
Bagi Chef Yadie yang juga merupakan Ketua Indonesian Chef Association (ICA) Kaltim mengangkat kuliner lokal, sekaligus memperkenalkan pindang khas Kalimantan lewat dapur hotel berbintang. "Kita harus mengangkat kuliner lokal. Local pride," tutupnya.
Iga Pindang ini tersedia sepanjang April 2026 di restoran Midtown Hotel Samarinda. Cocok dinikmati siang hari, saat tubuh butuh sesuatu yang hangat, segar, dan tidak berat di perut. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo