KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Kinerja sektor properti residensial di Balikpapan menunjukkan tren melambat pada akhir 2025. Pertumbuhan harga rumah baru tercatat hanya 0,43 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan IV 2025.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 0,67 persen (yoy). Data ini berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia.
Perlambatan terjadi merata di seluruh segmen, mulai dari rumah tipe besar, menengah, hingga kecil. Kondisi ini mencerminkan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi menjelaskan, melemahnya permintaan rumah baru tidak terlepas dari berkurangnya mobilitas pekerja.
Baca Juga: Buntut Kasus Amsal Sitepu: Kejagung Periksa Kajari Karo, Kasi Pidsus hingga JPU
“Permintaan terhadap rumah baru belum sepenuhnya kuat, seiring dengan proyek strategis seperti RDMP dan pembangunan IKN tahap pertama yang mulai rampung,” ujarnya.
Menurutnya, berakhirnya sejumlah proyek besar tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah pekerja yang sebelumnya tinggal di Balikpapan.
Meski demikian, pelaku usaha properti tetap menunjukkan optimisme. Para pengembang mulai menyesuaikan strategi dengan fokus pada rumah tipe kecil dan menengah yang dinilai lebih terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, inovasi desain serta berbagai program promosi terus digencarkan untuk menjaga minat konsumen.
Di sisi lain, sejumlah tantangan masih membayangi sektor ini. Kenaikan harga bahan bangunan, kendala perizinan, hingga keterbatasan lahan menjadi faktor yang menahan ekspansi.
Tak hanya itu, proses administrasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang relatif panjang juga menjadi hambatan bagi calon pembeli.
Namun demikian, prospek sektor properti masih terbuka. Dengan rencana kelanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tahap kedua pada 2026 serta berkembangnya industri hilirisasi, permintaan hunian diperkirakan akan kembali meningkat.
“Ke depan, sektor properti masih memiliki ruang tumbuh, terutama didukung peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas penduduk,” tambah Robi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo