Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Penjualan Rumah di Balikpapan Anjlok 42 Persen, Segmen Atas Justru Melonjak

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 5 April 2026 | 16:28 WIB
SEGMENTASI: Penjualan rumah tipe besar justru melonjak signifikan secara triwulanan hingga 108 persen, dari 13 unit menjadi 27 unit. DOK/KP
SEGMENTASI: Penjualan rumah tipe besar justru melonjak signifikan secara triwulanan hingga 108 persen, dari 13 unit menjadi 27 unit. DOK/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Penjualan rumah baru di Balikpapan masih berada dalam tekanan pada triwulan IV 2025. Bank Indonesia mencatat, jumlah unit rumah yang terjual hanya 119 unit atau turun 42,79 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Penurunan ini terjadi di tengah melemahnya daya beli masyarakat, terutama pada segmen menengah ke bawah. Namun di balik tren penurunan tersebut, muncul dinamika berbeda pada komposisi pasar. Penjualan rumah tipe besar justru melonjak signifikan secara triwulanan hingga 108 persen, dari 13 unit menjadi 27 unit.

Lonjakan ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi konsumen ke segmen menengah atas. Bahkan, pangsa penjualan rumah tipe besar mendominasi hingga 74 persen dari total nilai transaksi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi menilai kondisi ini mencerminkan ketimpangan daya beli di masyarakat.

Baca Juga: Harga Rumah di Balikpapan Melambat, Daya Beli Masyarakat Belum Pulih

“Permintaan rumah tipe besar yang meningkat menunjukkan segmen menengah atas masih memiliki daya beli kuat, sementara segmen menengah bawah cenderung tertahan,” ujarnya.

Di sisi lain, rumah tipe kecil justru mengalami penurunan paling dalam, baik secara tahunan maupun triwulanan. Kondisi ini mempertegas tekanan yang dirasakan kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Dari sisi pembiayaan, mayoritas masyarakat masih mengandalkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan pangsa mencapai 78 persen.

Meski demikian, pertumbuhan kredit perumahan juga melambat. Nilai outstanding tercatat sebesar Rp4,97 triliun atau tumbuh 4,16 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga: Krisis BBM di Prancis: Ribuan SPBU Kosong, Panic Buying Dipicu Price Cap dan Perang Timur Tengah

Kendati begitu, kualitas kredit tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) masih berada di bawah ambang batas aman 5 persen.

“Ke depan, peningkatan aktivitas ekonomi dari proyek hilirisasi dan pembangunan lanjutan IKN diharapkan dapat mendorong kembali permintaan rumah, khususnya di segmen menengah,” harap Robi. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#penjualan rumah Balikpapan #harga properti Balikpapan #sektor properti #bank indonesia #daya beli masyarakat