Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ekspor Nonmigas Kaltim Turun, Sawit dan Produk Kimia Jadi Penopang

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 5 April 2026 | 16:47 WIB
MINYAK: Peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar terjadi pada golongan barang lemak dan minyak hewan/nabati. Penopang utama di tengah pelemahan sektor energi.
MINYAK: Peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar terjadi pada golongan barang lemak dan minyak hewan/nabati. Penopang utama di tengah pelemahan sektor energi.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Kinerja ekspor nonmigas Kalimantan Timur pada Februari 2026 menunjukkan dinamika yang kontras. Sejumlah komoditas mencatat lonjakan signifikan, namun tekanan pada sektor energi membuat kinerja secara keseluruhan masih melemah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, nilai ekspor nonmigas Februari 2026 tercatat sebesar USD1.443,81 juta. Angka ini turun 1,72 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai USD1.469,12 juta.

Penurunan ini terutama dipicu oleh merosotnya ekspor golongan bahan bakar mineral. Pada Februari 2026, nilainya turun USD121,29 juta atau 10,47 persen secara bulanan.

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kaltim Ariyanti Cahyaningsih menjelaskan, meski sektor energi melemah, sejumlah komoditas lain justru mencatat pertumbuhan signifikan.

Baca Juga: Ekspor Kaltim Kembali Menguat, Sektor Migas Melonjak Hampir 100 Persen

“Peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar terjadi pada golongan lemak dan minyak hewani atau nabati yang naik USD77,20 juta atau 38,83 persen,” ujarnya.

Kelompok ini menjadi penopang utama di tengah tekanan sektor energi. Nilai ekspor lemak dan minyak hewani/nabati pada Februari 2026 mencapai USD276,00 juta, meningkat dari USD198,80 juta pada Januari.

Selain itu, golongan berbagai produk kimia juga menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan USD21,59 juta atau 35,10 persen. Komoditas bahan kimia anorganik turut tumbuh, meski lebih terbatas, yakni naik USD1,83 juta atau 6,85 persen.

Namun demikian, tidak semua sektor mampu bertahan. Sejumlah komoditas mengalami penurunan cukup dalam, di antaranya golongan garam, belerang, batu, dan semen yang turun USD3,62 juta atau 57,64 persen.

Baca Juga: Penjualan Rumah di Balikpapan Anjlok 42 Persen, Segmen Atas Justru Melonjak

Penurunan juga terjadi pada komoditas perikanan seperti ikan, krustasea, dan moluska yang turun USD0,31 juta atau 43,06 persen.

Ariyanti menegaskan, struktur ekspor nonmigas Kaltim masih didominasi sektor energi. Golongan bahan bakar mineral menyumbang 75,34 persen dari total ekspor nonmigas.

Kondisi ini menunjukkan ketergantungan yang masih tinggi terhadap komoditas energi dalam perekonomian daerah.

“Selama Januari hingga Februari 2026, sepuluh golongan barang menyumbang 99,87 persen terhadap total ekspor nonmigas, dengan kontribusi terbesar berasal dari bahan bakar mineral,” jelasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#ekspor nonmigas Kaltim #ekspor sawit Kaltim #produk kimia ekspor #ekspor Februari 2026 #Ekonomi Kalimantan Timur