KALTIMPOST.ID, Harga emas perhiasan pada Senin, 6 April 2026 terpantau berbeda kondisi dari dua platform Raja Emas Indonesia dan Lakuemas.
Merangkum pergerakan harga pada perdagangan akhir pekan Sabtu (4/4), di mana dua platform utama, Raja Emas Indonesia mengalami kenaikan tipis, sedangkan Lakuemas di kondisi stabil atau stagnan.
Berdasarkan data dari laman resmi Raja Emas Indonesia, harga emas perhiasan kadar 24 karat koreksi tipis.
Dari posisi sebelumnya Rp2.170.000 per gram, naik tipis Rp10.000 menjadi Rp2.180.000 per gram.
Sementara itu, harga emas perhiasan di Lakuemas dalam kondisi stabil atau stagnan tanpa ada perubahan harga sebesar Rp Rp2.367.000 per gram untuk kadar 24 karat.
Perlu diketahui, pembaruan harga emas perhiasan dari Raja Emas Indonesia maupun Lakuemas umumnya dilakukan setiap hari Senin hingga Sabtu.
Sebagai informasi, emas perhiasan yang dipasarkan melalui Raja Emas Indonesia dan Lakuemas tersedia dalam berbagai kadar karat.
Mulai dari 24 karat hingga 5 karat, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan maupun anggaran konsumen.
Harga emas perhiasan pada hari Senin, 6 April 2026
|
Kadar Emas |
Raja Emas Indonesia |
Lakuemas |
|
24 Karat |
Rp2.180.000 |
Rp 2,367,000 |
|
23 Karat |
Rp2.028.000 |
Rp 2,033,000 |
|
22 Karat |
Rp1.939.000 |
Rp 1,944,000 |
|
21 Karat |
Rp1.853.000 |
Rp 1,859,000 |
|
20 Karat |
Rp1.764.000 |
Rp 1,769,000 |
|
19 Karat |
Rp1.764.000 |
Rp 1,679,000 |
|
18 Karat |
Rp1.764.000 |
Rp 1,589,000 |
Catatan: Harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu.
Tips Perawatan: Disimpan vs Dipakai, Mana yang Lebih Baik?
Banyak pemilik emas bertanya-tanya, apakah emas yang disimpan di brankas akan memiliki kondisi yang lebih baik daripada yang sering dipakai?
Secara fisik, emas yang disimpan memang cenderung lebih terjaga kilaunya. Emas perhiasan yang sering dipakai (sehari-hari) lebih rentan terpapar keringat, bahan kimia (parfum/sabun), serta gesekan fisik yang dapat menyebabkan goresan halus atau kusam.
Namun, karena fungsi utama perhiasan adalah untuk menunjang penampilan, penggunaan tetap disarankan asalkan dibarengi dengan pembersihan rutin agar nilai estetika dan nilai jualnya tetap tinggi.***
Editor : Dwi Puspitarini