Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga Plastik Global 'Mencekik', Pedagang Pasar Tradisional Mulai Putar Otak!

Dwi Puspitarini • Selasa, 7 April 2026 | 09:23 WIB
Pedagang pasar tradisional tengah mengemas barang belanjaan menggunakan kantong plastik di tengah isu harga plastik naik. (DIPA/RADAR TARAKAN)
Pedagang pasar tradisional tengah mengemas barang belanjaan menggunakan kantong plastik di tengah isu harga plastik naik. (DIPA/RADAR TARAKAN)

KALTIMPOST.ID, Kenaikan harga plastik di pasar global mulai menghantui para pelaku usaha di Tanah Air. Kondisi ini membuat pedagang di pasar tradisional terjepit di antara kenaikan biaya operasional dan upaya menjaga kesetiaan pelanggan.

Meski modal yang dikeluarkan semakin besar, nyatanya banyak pedagang yang enggan menaikkan harga jual barang. Mereka khawatir, kenaikan harga sedikit saja bisa membuat pembeli kabur ke tempat lain.

Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan mengungkapkan bahwa situasi ini sangat dilematis bagi para anggotanya.

Baca Juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini, 7 April 2026: Naik Rp 19.000, Ini Rincian Harga Terbarunya

“Beberapa anggota kami masih menahan harga agar pelanggan dan langganannya tidak lari,” ujar Reynaldi yang dikutip dari Kontan, Senin (7/4/2026).

Kebijakan untuk tidak menaikkan harga barang ini tentu ada harganya. Reynaldi mengakui bahwa margin keuntungan pedagang kini semakin menipis. Tantangannya pun berat, sebab harga plastik tidak lagi naik bulanan, melainkan hampir setiap pekan bahkan harian.

Baca Juga: Daftar Harga Bahan Pokok di Tiga Pasar Balikpapan Hari Ini 7 April 2026: Tetap Stabil, Ini Rinciannya

Sebagai solusi jangka panjang, IKAPPI terus mendorong penggunaan kantong belanja non-plastik seperti tas anyaman. Namun, mengubah kebiasaan masyarakat yang sudah terlanjur "cinta" pada plastik bukan perkara mudah.

“Kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan karena perilaku konsumen yang terbiasa menggunakan plastik,” jelas Reynaldi.

Lantas, apa penyebab harga plastik ini tak terkendali? Ternyata, tensi tinggi geopolitik global menjadi biang keroknya. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran mengganggu rantai pasok bahan baku plastik dunia.

Baca Juga: CPNS 2026 Segera Dibuka? MenPAN-RB Beri Bocoran Penting untuk Fresh Graduate, Catat Batas Waktu Pendaftarannya

Untuk mengatasi ketergantungan impor, pemerintah diharapkan memperkuat kerja sama dengan negara alternatif.

Berdasarkan data BPS Februari 2026, Indonesia masih sangat bergantung pada impor plastik (HS 39) yang nilainya mencapai Rp 14,78 triliun.

Pemasok utama plastik Indonesia saat ini didominasi oleh China US$ 380,1 juta, Thailand US$ 82,7 juta, dan Korea Selatan US$ 66,7 juta. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Harga plastik naik #Pedagang pasar tradisional #Dampak konflik Timur Tengah #impor plastik Indonesia