OJK Kaltim Kaltara Ungkap Investor Pasar Modal Tembus 24,74 Juta Di Tengah Gejolak

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 18:14 WIB
TUMBUH: Jumlah investor di pasar modal meningkat sepanjang Maret 2026.
TUMBUH: Jumlah investor di pasar modal meningkat sepanjang Maret 2026.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di tengah tekanan global yang membayangi pasar keuangan, pasar modal domestik justru menunjukkan daya tahan yang cukup kuat, terutama dari sisi jumlah investor dan penghimpunan dana.

Diterangkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim Kaltara) Misran Pasaribu mengungkapkan, partisipasi masyarakat di pasar modal terus meningkat signifikan.

“Jumlah investor di pasar modal dalam negeri terus meningkat dengan terdapat penambahan sebanyak 1,78 juta investor baru sepanjang Maret 2026 (mtm). Dengan perkembangan tersebut, secara ytd jumlah investor di pasar modal tumbuh 21,51 persen menjadi 24,74 juta investor,” ujarnya.

Dari sisi industri pengelolaan investasi, kinerja juga relatif terjaga meski mengikuti tren pasar yang sedang tertekan. “Industri pengelolaan investasi bergerak searah dengan tren pasar di bulan laporan, namun dengan penurunan yang cenderung moderat. Nilai Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.084,10 triliun, termoderasi 1,62 persen mtm namun meningkat 3,97 persen ytd,” jelasnya.

Baca Juga: OJK Kaltim Kaltara Beber Dampak Konflik Timur ke Ekonomi Global

Kinerja produk investasi juga masih menunjukkan ketahanan, khususnya reksa dana. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana pada periode yang sama tercatat Rp695,71 triliun, terkoreksi 2,51 persen month-to-month (mtm) namun tumbuh positif 3,02 persen year-to-date (ytd).

Minat investor tetap tinggi, tercermin dari aliran dana masuk yang signifikan. Kinerja NAB reksa dana yang relatif masih terjaga tersebut ditopang oleh kecenderungan investor reksa dana untuk melakukan subscription, dengan angka net subscription yang signifikan Rp29,12 triliun secara ytd.

Peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan juga terus berjalan. Hingga Maret 2026, penghimpunan dana korporasi menunjukkan capaian yang cukup besar.

“Nilai fundraising oleh korporasi di pasar modal telah mencapai Rp51,96 triliun, terdiri dari 1 IPO saham, 6 Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS), dan 36 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS,” ungkap Misran.

Baca Juga: Data Pemilik Saham di Atas 1 Persen Kini Terbuka, Strategi OJK Perkuat Kepercayaan Investor Global

Selain itu, alternatif pembiayaan seperti securities crowdfunding (SCF) juga terus berkembang. Sepanjang Maret 2026 terdapat 14 Efek baru serta 3 penerbit baru, dengan dana dihimpun senilai Rp18,07 miliar. Dengan perkembangan tersebut, total nilai dana dihimpun melalui SCF telah mencapai Rp1,90 triliun.

Pihaknya juga terus memperkuat fondasi pasar melalui pengawasan dan penegakan aturan. “OJK secara berkelanjutan juga menjalankan agenda penguatan penegakan ketentuan di bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK),” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
OJK Kaltim Kaltara otoritas jasa keuangan pasar modal