KALTIMPOST.ID, Harga perak Antam hari ini terpantau kembali menunjukkan taringnya setelah sempat membuat para investor ketar-ketir akibat penurunan yang cukup dalam.
Pada perdagangan Jumat (10/4/2026), harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) resmi mencatatkan rebound atau kebangkitan harga yang signifikan.
Fenomena ini menjadi sorotan tajam bagi para pelaku pasar logam mulia yang menanti momentum pembalikan arah di tengah fluktuasi global yang dinamis.
Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Logam Mulia, harga perak hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp 600. Dengan tambahan nilai tersebut, perak murni Antam kini bertengger di level Rp 47.650 per gram.
Kenaikan ini membawa angin segar, mengingat pada perdagangan Kamis (9/4/2026) sebelumnya, harga perak sempat "berdarah-darah" dengan koreksi tajam hingga Rp 1.400 per gram.
Rincian Harga Perak Antam Terbaru
Bagi Anda yang berencana melakukan investasi dalam skala besar atau mengoleksi seri khusus, berikut adalah rincian harga perak Antam per 10 April 2026:
Perak Batangan Reguler:
- 250 gram: Rp 12.312.500 (Belum Pajak) | Rp 13.666.875 (Setelah PPN 11%)
- 500 gram: Rp 23.825.000 (Belum Pajak) | Rp 26.445.750 (Setelah PPN 11%)
Perak Antam Heritage:
- 31,1 gram: Rp 2.029.715 (Belum Pajak) | Rp 2.252.984 (Setelah PPN 11%)
- 186,6 gram: Rp 11.056.786 (Belum Pajak) | Rp 12.273.032 (Setelah PPN 11%)
Baca Juga: Melemah! Harga Emas Pegadaian Hari Ini 10 April 2026: Produk Antam hingga UBS Ikut Terkoreksi
Kontras dengan Pergerakan Harga Emas
Menariknya, tren positif pada perak justru berbanding terbalik dengan kondisi harga emas Antam.
Di saat perak mulai bangkit, emas justru terpantau loyo. Pada Kamis kemarin, harga emas berada di level Rp 2.850.000 per gram, mengalami penurunan sebesar Rp 50.000 dari hari sebelumnya.
Kelesuan ini juga merembet pada harga buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam yang merosot Rp 59.000 ke angka Rp 2.605.000 per gram.
Baca Juga: Tertekan! Prediksi Harga Emas Hari Ini 10 April 2026: Diproyeksi Melemah Usai Anjlok Tajam
Kondisi pasar yang bergerak anomali ini menuntut para kolektor logam mulia untuk lebih jeli dalam menyusun strategi portofolio mereka, apakah akan tetap bertahan pada emas atau mulai melirik potensi perak murni yang sedang dalam tren pemulihan. ***
Editor : Dwi Puspitarini