KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sensasi kuliner lintas negara kini makin mudah ditemui di Kota Tepian. Di dapur Aston Samarinda Hotel & Convention Center, eksplorasi rasa tak sekadar jadi tren, tapi benar-benar diolah serius lewat teknik dan riset.
Salah satunya lewat menu beef ribs ponzu dan ifumie ayam jamur with chili oil yang jadi highlight terbaru. Executive Chef Aston Samarinda, Setia Haribowo atau akrab disapa Tyo, menghadirkan konsep fusion yang memadukan karakter lokal dengan sentuhan Jepang lewat beef ribs ponzu.
“Makanan ini sebenarnya perpaduan dari Indonesia, nasinya. Kita kasih coriander, jadi ada flavor ketumbar,” ujarnya. Menurutnya, nasi ketumbar tersebut sengaja diangkat karena masih jarang ditemui di Samarinda.
Dia ingin menghadirkan sesuatu yang baru, namun tetap dekat dengan lidah lokal. Nasi tersebut diolah dengan teknik sederhana, yakni dicampur butter dan ketumbar agar aromanya lebih keluar.
Baca Juga: Dilema Pengusaha Laundry Samarinda: Margin Tergerus Harga Plastik, Bertahan atau Naikkan Harga?
Sementara itu, bagian utama yakni iga sapi dimasak dengan saus ponzu racikan sendiri. Saus khas Jepang itu dikenal dengan cita rasa segar, asam, dan gurih. “Ponzu itu segar. Dari jeruk, pakai jamur juga supaya gurih. Kita infuse dulu, bisa sampai 12 jam biar meresap,” jelasnya.
Proses panjang tersebut membuat rasa iga semakin dalam dan kompleks. Teknik infuse juga diterapkan agar saus lebih menyatu dengan daging, bukan sekadar pelengkap. Seporsinya dibanderol dengan harga Rp120 ribu nett.
Selain itu, menu ifumie ayam jamur with chili oil juga tak kalah menarik. Terinspirasi dari mie ayam dengan sentuhan Chinese style, menu tersebut diolah ulang dengan plating modern dan tambahan chili oil buatan sendiri. “Basic-nya sama konsepnya kayak mie ayam. Cuman kita kulik aja jadi fusion, plating-nya lebih modern,” katanya.
Untuk jamur, digunakan jenis champignon segar agar tekstur dan rasa lebih maksimal. Sementara mi yang digunakan dikenal tidak mudah putus, sehingga tetap nyaman dinikmati. Porsi puas dengan ayam jamur melimpah di harga Rp65 ribu nett.
Baca Juga: Harga Plastik Melejit, Owner Chicken Bite Pilih Pangkas Cuan Demi Amankan Pelanggan!
Tyo menegaskan, seluruh menu merupakan hasil eksperimen panjang di dapur. “Kita harus eksperimen, ini nyambung sama ini, cocok apa enggak. Sebelumnya kita R&D (research and development) dulu,” ungkapnya. Dengan pendekatan tersebut, dia berharap menu fusion bisa membawa warna baru bagi kuliner Samarinda sekaligus memperkaya pilihan masyarakat. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo