Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bukan Lagi Tambang, Sektor Pengolahan Jadi Penyelamat Ekspor Balikpapan di Awal 2026

Ulil Mu'Awanah • Senin, 13 April 2026 | 20:37 WIB
BERGESER: Kinerja ekspor Balikpapan pada Februari 2026 menunjukkan tajinya berkat lonjakan signifikan di sektor industri pengolahan.
BERGESER: Kinerja ekspor Balikpapan pada Februari 2026 menunjukkan tajinya berkat lonjakan signifikan di sektor industri pengolahan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Wajah ekonomi Kota Minyak perlahan mulai bersalin rupa. Tak lagi melulu bergantung pada hasil kerukan bumi, kinerja ekspor Balikpapan pada Februari 2026 justru menunjukkan tajinya berkat lonjakan signifikan di sektor industri pengolahan. Sektor ini kini resmi menjadi motor utama pertumbuhan ekspor daerah.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, nilai ekspor pada Februari 2026 tercatat menyentuh angka USD 536,31 juta. Angka ini tumbuh 4,76 persen dibandingkan capaian Januari 2026 yang sebesar USD 511,94 juta.

Kenaikan impresif ini disumbang paling besar oleh hasil industri pengolahan yang melesat dari USD 182,90 juta menjadi USD 254,81 juta dalam satu bulan. Artinya, terjadi kenaikan fantastis sebesar 39,31 persen secara month-to-month.

Baca Juga: Balikpapan Jadi Panggung Dunia! Ratusan Penari dari 7 Negara Siap Guncang Dome

Kepala BPS Balikpapan, Marinda Dama Prianto, menilai penguatan di sektor pengolahan adalah sinyal sehat bagi struktur ekonomi daerah. "Ini menunjukkan adanya perbaikan permintaan global terhadap produk bernilai tambah dari Balikpapan," ungkap Marinda.

Meski demikian, rapor hijau ini masih dibayangi koreksi pada sektor pertambangan. Secara year-on-year, ekspor Balikpapan terkontraksi tipis 1,09 persen dibanding Februari 2025. Hal ini dipicu oleh melemahnya ekspor pertambangan sebesar 5,52 persen.

Di sisi lain, sektor nonmigas masih memegang kendali penuh dengan kontribusi mencapai 84,22 persen terhadap total ekspor. Sektor migas pun mencatatkan kenaikan kontribusi sebesar USD 87,56 juta.

Marinda menegaskan bahwa tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi industri hilir agar tetap stabil di tengah fluktuasi harga komoditas dunia. "Struktur ekspor yang bertumpu pada industri pengolahan perlu terus diperkuat agar kita lebih tahan terhadap gejolak eksternal," pungkasnya.

Baca Juga: Persiapan Porprov Kaltim 2026, Disparpora dan KONI Balikpapan Fokus Kirim Cabor Potensial Medali dan Percepat Tahapan Latihan

Dengan pergeseran ini, Balikpapan dinilai mulai menapaki jalan ekonomi berkelanjutan dengan memprioritaskan nilai tambah ketimbang sekadar mengekspor komoditas mentah. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Ekspor Balikpapan 2026 #kinerja ekspor nonmigas #Ekonomi Kalimantan Timur #industri pengolahan #BPS Balikpapan