Aktivitas Pelabuhan Beragam, Logistik di Kaltim Tumbuh di Tengah Penurunan Penumpang

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Rabu, 15 April 2026 | 12:52 WIB
TREN: Penumpang angkutan laut turun 10,97 persen pada Februari jika dibandingkan Januari 2026. (RAMA/KP)
TREN: Penumpang angkutan laut turun 10,97 persen pada Februari jika dibandingkan Januari 2026. (RAMA/KP)
 
 
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Aktivitas angkutan laut di Kalimantan Timur pada Februari 2026 menunjukkan tren yang beragam. Jumlah penumpang mengalami penurunan, namun volume barang justru mencatatkan peningkatan.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Februari 2026 sebanyak 39.732 orang. Turun 10,97 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 44.627 orang.
 
Baca Juga: Viral Lagu Erika: HMT ITB Minta Maaf dan Akui Konten Tak Sesuai Norma Sosial
 
“Penurunan terjadi seiring dengan berkurangnya jumlah penumpang di semua pelabuhan, yaitu Bontang-Loktuan 21,54 persen, Samarinda 18,27 persen, dan Semayang-Balikpapan 6,72 persen,” ujar Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kaltim, Ariyanti Cahyaningsih.
 
Pelabuhan Semayang Balikpapan masih menjadi kontributor terbesar dengan jumlah penumpang mencapai 27.824 orang, atau sekitar 70,03 persen dari total penumpang. Disusul Pelabuhan Samarinda 7.428 orang dan Pelabuhan Bontang-Loktuan 4.480 orang.
 
Meski secara bulanan mengalami penurunan, jumlah penumpang secara kumulatif menunjukkan peningkatan. Selama Januari hingga Februari 2026, jumlah penumpang angkutan laut tercatat 84.359 orang atau naik 52,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Baca Juga: Titiek Soeharto Ulang Tahun ke-67, Didiet Prabowo Beri Kejutan Spesial, Prabowo Kirim Ucapan dari Eropa
 
Kenaikan kumulatif itu terutama ditopang lonjakan penumpang di Pelabuhan Semayang. “Peningkatan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Semayang-Balikpapan 122,76 persen, sementara Pelabuhan Samarinda dan Bontang-Loktuan mengalami penurunan masing-masing 9,36 persen dan 8,03 persen,” jelasnya.
 
Di sisi lain, aktivitas angkutan barang justru menunjukkan kinerja positif. Pada Februari 2026, jumlah barang yang diangkut melalui jalur laut mencapai 8.597,39 ribu ton atau naik 2,30 persen dibandingkan Januari 2026.
 
Kenaikan volume barang terjadi di sejumlah pelabuhan, di antaranya Semayang yang meningkat 55,85 persen, Sangkulirang 45,59 persen, serta Kariangau 7,89 persen. Peningkatan juga terjadi di Tanah Grogot, Samarinda, Sangatta, dan Tanjung Redeb.
 
Baca Juga: Kinerja Satpol PP Kutim Disorot: Forum Pemuda Beri Kartu Merah
 
Namun, beberapa pelabuhan mengalami penurunan volume barang, seperti Bontang yang turun 38,57 persen, Kuala Samboja 17,68 persen, serta Tanjung Santan 9,27 persen.
 
Secara kumulatif, volume barang yang diangkut selama Januari hingga Februari 2026 mencapai 17.001,47 ribu ton atau naik 4,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Dominasi angkutan barang terlihat di Pelabuhan Sangkulirang yang mencatat volume 2.495,71 ribu ton, atau 29,03 persen dari total angkutan laut.
 
Disusul Kuala Samboja 2.082,29 ribu ton (24,22 persen), Sangatta 1.138,62 ribu ton (13,25 persen), Tanah Grogot 1.121,33 ribu ton (13,04 persen), dan Tanjung Redeb sebesar 1.067,08 ribu ton (12,41 persen). (*)
Editor : Dwi Restu A
angkutan orang pelabuhan angkutan barang kaltim