Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Alarm Bahaya dari Sampah! Target Pembangunan PLTSa di 34 Kota Rampung 2027

Nugroho Pandu Cahyo • Kamis, 16 April 2026 | 19:56 WIB
URAI MASALAH: TPA Benowo didapuk sebagai role model nasional yang sukses mengubah sampah menjadi energi melalui PLTSa. IST/KP
URAI MASALAH: TPA Benowo didapuk sebagai role model nasional yang sukses mengubah sampah menjadi energi melalui PLTSa. IST/KP

KALTIMPOST.ID, SURABAYA – Gunungan sampah yang kian mengkhawatirkan di berbagai daerah mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Jika tak ada terobosan radikal, tempat pembuangan akhir (TPA) di seluruh Indonesia diprediksi bakal kolaps atau mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity) paling lambat pada 2028 mendatang.

Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tancap gas dengan mengakselerasi proyek Waste to Energy melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Surabaya, melalui TPA Benowo, resmi didapuk sebagai role model nasional yang sukses mengubah masalah menjadi manfaat.

"Pengelolaan sampah perkotaan ini merupakan prioritas yang dipantau langsung Bapak Presiden Prabowo. Kita butuh upaya sistematis agar sampah bukan lagi beban, tapi sumber manfaat," tegas Wakil Menteri ESDM Yuliot saat meninjau Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Benowo di Surabaya, Rabu (15/4).

Baca Juga: Turun 13 Persen, Harga Tiket Pesawat Belum Pengaruhi Lonjakan Penumpang di Bandara SAMS Sepinggan

Sebagai payung hukum, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Targetnya pun tak main-main pembangunan 34 proyek PLTSa di 34 kota harus tuntas pada periode 2026-2027. Langkah ini sejalan dengan peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo.

Di TPA Benowo, PT Sumber Organik menjadi ujung tombak dengan mengolah 1.600 ton sampah per hari. Uniknya, mereka tidak hanya melahap sampah baru, tetapi juga menyikat timbunan sampah lama untuk dimurnikan kembali menjadi energi.

Tak berhenti di aliran listrik, Benowo juga tengah bersiap melakukan lompatan teknologi melalui fasilitas waste to fuel yang digarap PT Prakarsa Energi Sejahtera (SEP). Melalui metode pirolisis yang ramah lingkungan, sampah plastik bakal disulap menjadi Bahan Bakar Minyak Terbarukan (BBMT) setara diesel oil.

Baca Juga: Hore!!! Bahlil Pastikan Tambahan Pasokan Minyak Mentah dan LPG dari Rusia

"Berdasarkan pilot project, fasilitas ini mampu memproduksi 60 hingga 70 kiloliter BBM per hari," jelas Direktur Utama PT Sumber Organik, Agus Nugroho Santoso. Prosesnya pun ketat, mulai dari pemilahan tangan (handpicking) hingga pengolahan gas buang agar tetap memenuhi baku mutu emisi.

Saat ini pabrik pengolahan waste to fuel masih dalam proses konstruksi, setelah selesai dan beroperasi nanti pabrik dapat mengolah sampah menjadi BBMT dengan besaran kapasitas sampah kota yang dapat disesuaikan dengan volume sampah kota yang mendesak untuk dilakukan pengolahan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#PLTSa Benowo Surabaya #Pengolahan Sampah Menjadi Energi #kementerian esdm #Gerakan Indonesia ASRI