KALTIMPOST.ID, Harga emas perhiasan menunjukkan pergerakan yang bervariasi di tengah dinamika pasar logam mulia.
Sejumlah platform penjualan emas mencatat perubahan harga yang cukup signifikan, terutama pada produk dengan kadar tinggi seperti emas 24 karat.
Berdasarkan data terbaru, harga emas di platform Lakuemas mengalami kenaikan tipis sebesar Rp16.000 per gram.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 April 2026: Lakuemas Turun Rp25.000, Raja Emas Stabil di 24 Karat
Saat ini, harga emas 24 karat berada di level Rp2.517.000 per gram, naik dari posisi sebelumnya di Rp2.501.000 per gram.
Kenaikan ini mencerminkan adanya dorongan permintaan serta pengaruh pergerakan harga emas global.
Sementara itu, harga emas di Raja Emas Indonesia cenderung stabil, khususnya untuk emas 24 karat yang masih bertahan di level Rp2.300.000 per gram.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 21 April 2026 Turun Tajam Rp44.000, Buyback Ikut Melemah Rp2,64 Juta
Meski demikian, terdapat penyesuaian harga pada beberapa kadar emas lainnya, meskipun tidak terlalu signifikan.
Harga emas perhiasan hari ini, 22 April 2026
|
Kadar Emas |
Raja Emas Indonesia |
Lakuemas |
|
24 Karat |
Rp2.300.000 |
Rp. 2,517,000 |
|
23 Karat |
Rp2.150.000 |
Rp. 2,163,000 |
|
22 Karat |
Rp2.056.000 |
Rp. 2,069,000 |
|
21 Karat |
Rp1.964.000 |
Rp. 1,978,000 |
|
20 Karat |
Rp1.870.000 |
Rp. 1,882,000 |
|
19 Karat |
Rp1.776.000 |
Rp. 1,787,000 |
|
18 Karat |
Rp1.684.000 |
Rp. 1,691,000 |
Pergerakan harga yang berbeda di masing-masing platform ini menunjukkan bahwa pasar emas domestik masih berada dalam fase fluktuatif.
Faktor eksternal seperti nilai tukar rupiah, kondisi ekonomi global, serta tren harga emas dunia turut memengaruhi dinamika tersebut.
Para pelaku pasar dan konsumen diimbau untuk terus memantau perkembangan harga sebelum melakukan transaksi, mengingat potensi perubahan harga masih cukup terbuka dalam waktu dekat.
Pergerakan harga emas perhiasan pada 22 April 2026 menunjukkan kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil.
Kenaikan tipis di Lakuemas mengindikasikan adanya tekanan dari faktor eksternal, sementara stabilnya harga di Raja Emas Indonesia mencerminkan strategi penyesuaian yang lebih konservatif.
Situasi ini menandakan bahwa pasar emas masih dipengaruhi oleh berbagai variabel, baik dari dalam negeri maupun global.
Oleh karena itu, konsumen dan investor disarankan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan waktu yang tepat sebelum membeli atau menjual emas.
Dengan tren yang masih fluktuatif, emas tetap menjadi instrumen yang menarik, namun membutuhkan ketelitian dalam mengambil keputusan agar mendapatkan nilai terbaik.***
Editor : Dwi Puspitarini